Wiliam Subhana ilahi

Riau Butuh Water Storage untuk Swasembada Pangan

Dibuat : 14-06-2018, 19:41:33    Kategori : Perlindungan Tanaman Pangan

Propinsi Riau sampai saat ini belum juga dapat berswasembada pangan. Cuma 40 % dari keperluan pangan penduduknya yang dapat dipasok dari daerah sendiri. Bekasnya, disumbang dari luar Propinsi Riau. Kita dipasok dari Sumbar, Jambi, serta Sumsel. Menurut Nana, sebenarnya Riau dapat penuhi keperluan pangannya sendiri apabila bisa mengelola air supaya tidak segera mengalir menuju laut. Riau dapat tingkatkan produksi pangan, terlebih padi. Langkahnya, dengan pemberdayaan serta pemakaian embung serta sumber daya air yang lain, hingga sawah yang ada bisa bertambah indeks pertanamannya serta produtivitas dan produksi padi sepanjang satu tahun dapat bertambah.

Pemakaian sumber daya air, kata Nana, bergantung pada pemilihan lokasi prasarana infrastruktur air, langkah serta tehnik pembangunannya, kemampuan, dan langkah pemakaian air. Karna tersebut, diperlukan peneliti serta penyuluh manfaat jadi ujung tombak dalam pembangunan pertanian, terutama dalam pemakaian air pengertian lump sum. Kepala Balai Riset Hidrologi serta Agroklimat Dr Ir Harmanto menyebutkan, usaha Riau penuhi pangan sendiri bersamaan dengan program Kementerian Pertanian yang menggalakkan supaya tiap-tiap desa mempunyai water storage berbentuk embung serta inovasi tehnologi panen air.

Pemerintah pusat mengerti, air bertindak vital dalam produksi pertanian. “Bukan cuma Riau, kita siap dukungan teknologinya. Problem sumber daya air di Tanah air, kata Harmanto, paling tidak mencangkup tiga hal, yaitu 80 % air untuk keperluan pertanian relatif boros, 70 % jaringan irigasi yang ada belum juga digunakan dengan maksimal, dan terjadinya rusaknya keseimbangan hidrologis di daerah aliran sungai (DAS). Harmanto meneruskan, air dapat juga menyebabkan perseteruan apabila tidak dikelola dengan baik, terlebih apabila tidak ada keseimbangan pada supply serta keperluan.

Sampai 2030 yang akan datang, keperluan air untuk bidang pertanian masih tetap tempati posisi teratas apabila di banding keperluan domestik serta industri. Akan tetapi, ada potensi air yang belum juga digunakan dengan maksimum, yaitu air permukaan, air tanah, serta air hujan yang melimpah. Pada 2017-2019 lump sum, pemerintah sudah mencanangkan Tehnologi Inovasi Pengembangan Infrastruktur Panen Air lewat pemakaian air serta sungai 2, 5 juta hektare (170. 483 paket), dam parit 612. 067 hektare (8. 781 titik), long storage seluas 91. 039 hektare (5. 832 titik), embung 759. 16 hektare (75. 328 titik), dan sumur dangkal 24. 338 hektare (1. 018 titik).

Login