rima aulia

Tanaman Pangan Dongkrak NTP Banten Naik 1,69 Persen

Dibuat : 07-10-2018, 13:15:12    Kategori : Perlindungan Tanaman Pangan

Subsektor Tanaman Pangan seperti padi, jagung serta kedelai turut mengangkat Nilai Ganti Petani (NTP) Banten pada Agustus 2018 naik 1,69 % dibanding bulan awal mulanya dari 96,65 jadi 98,28.

Kepala Tubuh Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno di Serang, diambil dari Pada, tempo hari, mengatakan subsektor tanaman pangan naik 3,72 %, dibarengi NTP Subsektor Hortikultura yang naik 0,60 %, Subsektor Peternakan 0,74 % serta Subsektor Perikanan sebesar 0,13 %.

Meningkatnya NTP sebab naiknya Indeks Harga yang Di terima Petani (It) sebesar 1,64 % serta turunnya Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 0,05 % itu didapat hasil dari pemantauan harga-harga perdesaan di empat Kabupaten di Propinsi Banten, yakni Kabupaten Lebak, Serang, Pandeglang serta Kabupaten Tangerang.

It memvisualisasikan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dibuat petani. Pada Agustus 2018, It Banten alami kenaikan sebesar 1,64 % di banding It Juli, yakni naik dari 131,67 jadi 133,83. Kenaikan It pada Agustus 2018 dikarenakan oleh naiknya It pada Subsektor Tanaman Pangan sebesar 3,68 %, Subsektor Hortikultura sebesar 0,40 %, serta Subsektor Peternakan sebesar 0,81 %.

Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) terbagi dalam mengkonsumsi rumah tangga (KRT) serta cost produksi serta menambahkan barang modal (BPPBM). Lewat indeks harga yang dibayar petani (Ib) bisa disaksikan fluktuasi harga barang serta layanan yang dikonsumsi oleh penduduk perdesaan, dan fluktuasi harga barang serta layanan yang dibutuhkan untuk menghasilkan hasil pertanian.

Pada Agustus 2018 indeks harga yang dibayar petani alami penurunan sebesar 0,23 %. Perihal ini berlangsung sebab laju penurunan indeks harga pada KRT sebesar 0,45 % bertambah cepat dari laju penurunan indeks harga pada Indeks BPPBM sebesar 0,16 %.

Penurunan indeks KRT dikarenakan oleh turunnya indeks harga pada semua grup yakni grup bahan makanan; grup perumahan; serta grup pendidikan, rekreasi serta berolahraga. Selain itu, kenaikan pada indeks BPPBM dikarenakan oleh naiknya indeks harga pada grup bibit; grup pupuk, obat-obatan serta pakan; grup transportasi; serta grup gaji buruh.

Pergantian Indeks Mengkonsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka inflasi atau deflasi di pedesaan. Pada bulan Agustus 2018, dari pantauan di empat Kabupaten di Propinsi Banten berlangsung deflasi di perdesaan sebesar 0,13 %.

“Pemicu deflasi perdesaan ini berlangsung pada grup bahan makanan, grup perumahan, dan grup pendidikan, rekreasi serta olah raga dengan penyumbang paling besar datang dari grup bahan makanan yakni sebesar 0,67 %,” katanya.

Pada Bulan Agustus 2018 dari 33 propinsi di Indonesia sekitar 14 propinsi yang NTP-nya ada diatas angka 100. NTP paling tinggi diraih oleh Propinsi Sulawesi Barat dengan nilai indeks sebesar 111,56 yang dibarengi oleh Propinsi Nusa yalla shoot Tenggara Barat sebesar 108,99. Sedang Nilai Ganti Petani paling rendah berlangsung di Propinsi Bangka Belitung sebesar 85,56. NTP nasional sebesar 102,56 yang alami kenaikan sebesar 0,89 % dari bulan awal mulanya yang terdaftar sebesar 101,66.

Pada Agustus 2018 Nilai Ganti usaha pertanian (NTUP) Banten sebesar 105,25 atau alami kenaikan sebesar 1,44 %. Perihal ini berlangsung sebab laju kenaikan indeks harga yang di terima petani sebesar 1,64 % bertambah cepat dari laju kenaikan indeks BPPBM sebesar 0,19 %.

Bila disaksikan per subsektor, kenaikan NTUP dikarenakan oleh naiknya NTUP pada subsektor tanaman pangan sebesar 3,53 %, subsektor hortikultura sebesar 0,24 %, serta subsektor peternakan sebesar 0,50 %. Ant

Login