Wiliam Subhana ilahi

Petani Cabai di Kab Semarang Terpaksa Panen Dini

Dibuat : 10-03-2019, 03:06:32    Kategori : News

Beberapa petani cabai merah keriting di Dusun Krajan, Desa Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang tidak dapat memaksimalkan hasil panen ketika harga komoditas cabai di tingkat petani mulai lebih baik. Perihal tersebut karena banyak tanaman cabai yang rusak sebab terjangan angin kencang. Dalam beberapa minggu paling akhir, hujan dibarengi angin kencang jamak turun di daerah desa mereka, sampai tanaman cabai yang sebetulnya cuma tinggal menanti merah-ambruk dihempaskan angin.

“Akibatnya, tidak dikit pohon cabai yang telah berbuah juga ambruk serta beberapa batangnya patah sebab angin,” papar Samijah (57), salah seseorang petani cabai keriting Dusun Krajan, Desa Munding, yang didapati di kebunnya, Ahad (17/2) backpage alternative. Sehinga, tanaman cabai jadi layu serta ini membuat buah cabai tidak bakal dapat jadi berwarna merah. Bila dilewatkan lama kelamaan buah cabai yang sebetulnya hampir siap panen itu juga bakal jadi layu. Oleh sebab tersebut, dia juga sangat terpaksa menuai cabai lebih awal, dari tanaman yang ambruk itu.

Cabai yang masih tetap berwarna hijau itu lalu dikumpulkannya serta di jual meskipun cuma dihargai Rp 10 ribu per kg. “Sayang jika cabai dari tanaman yang ambruk ini dilewatkan layu, meskipun sebetulnya jika cabai keriting itu dapat dipanen normal harga jualnya dapat jadi 2x lipat,” kata Samijah. Perihal ini diamini oleh Sumari (59 tahun), petani cabai di Dusun Krajan yang lain. Beberapa petani sebetulnya telah menempatkan bilah- bilah bambu untuk meringankan meredam batang tanaman cabai itu supaya tidak gampang ambruk. Akan tetapi usaha pemasangan bilah bambu ini tidak dapat selamatkan tanaman cabainya,

sebab angin dalam beberapa minggu paling akhir memang bertiup begitu kencang di tempat pertanian masyarakat. Ditambah lagi tanaman cabai merah keriting ini ditanam di tempat terbuka yang di sekitarnya tak berbeda sekali tidak terproteksi oleh tanaman yang semakin besar serta lebih kokoh untuk meredam hembusan angin. “Dari keseluruhan tanaman cabai yang saya tanam diatas tempat seluas 420 mtr new backpage. persegi ini, seperempat tanaman salah satunya ambruk sebab hempasan angin,” katanya. Samijah memberikan, untuk mengoptimalkan dari hasil tempat pertaniannya, sekarang dia juga ‘menyulami’ tempat tanaman cabai itu dengan tanaman sawi.

Dia menebarkan bibit tanaman sayuran ini di sela- celah tanaman cabai yang masih tetap bertahan. Lewat cara tumpangsari ini, dia mengharap masih tetap ada hasil lainnya yang dapat didapat tidak hanya dari tanaman cabai. Karena untuk tempat cabai seluas 300 mtr. persegi dapat menciptakan rata- rata sekitar 50 kg cabai merah keriting. Sebab tanaman cabai yang ditanam kesempatan ini beberapa salah satunya sudah dipanennya lebih awal, jadi bisa diyakinkan pada ketika panen kelak akhirnya tidak bakal dapat sampai dengan 50 kg.

Login