nurcahyo wahyu ningrum

Manfaat Mikoriza, Trichoderma, Beauveria Bassiana , Rhyzobium , Bacillus sp

Dibuat : 08-05-2017, 11:48:36    Kategori : IPTEK

​Mikoriza : 1. Cendawan yg simbiosis dg akar sejak 470 juta tahun lalu. Dia mendapat makanan matang dari tumbuhan, sedang mikoriza membantu tumbuhan mencari air dan unsur hara. 2. Mikoriza membentuk jaringan hifa yg tumbuh jauh lebih cepat dari akar dan bisa memanjang 10 - 15 meter utk mencari unsur hara dan air. 3. Selain membantu tumbuhan menyerap air dan hara, hifa juga menghancurkan batu, melepaskan P (phosphat) dan meningkatkan penyerapan P sebanyak 25%. 4. Menghasil hormon pengatur tumbuh seperti auksin, sitokinin dan giberelin. 5. Menghasilkan antibiotik yg melindungi tanaman dari pathogen akar. 6. Merangsang aktivitas mikroorganisme tanah yg menguntungkan. 7. Memperbaiki struktur dan kegemburan tanah dg adanya hifa yg tumbuh dan mati dg cepat dan terus menerus. 8. Membangun tanaman agar lebih tahan terhadap kekeringan dg menginfeksi akar dan memperpanjang hifa dalam mencari air tanah. 9. Mikoriza mampu meningkatkan pertumbuhan 6-15x lipat pada usia 2 tahun dibanding tanaman yg tidak terinfeksi mikoriza. 10. Mikoriza meningkatkan daya tajan tumbuhan dari pengaruh salinitas tanah maupun jamur patogen seperti fusarium di air hujan. 11. Mikoriza mendapat makanan berupa gula dan karhohidrat dari tanaman. Trichoderma : 1. Trichoderma sp disamping sbg organisme pengurai, dapat pula berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. 2. Menghambat pertumbuhan dan penyebaran racun jamur penyebab penyakit seperti cendawan Rigdiforus, Fusarium dll. 3. Sangat efektif mencegah penyakit busuk pangkal batang, busuk akar yg menyebabkan tanaman layu dan penyakit jamur akar putih. 4. Dg adanya koloni Trichoderma sp di tanah, tidak perlu lagi menyemprot tanaman cabai atau kentang dg fungisida melawan fusarium setiap turun hujan. BEAUVERIA BASSIANA : 1. Cendawan yg ditemukan Agostino Bassi pada akhir abad 19 ketika menyelidiki penyebab kematian jutaan ulat sutera. Kemudian digunakan sebagai insektisida krn ada 175 jenis serangga yg bisa terinfeksi. Antara lain wereng, walqng, walang sangit, ulat, semut merah, lembing dan sundep beluk atau penggerek batang. 2. Secara alami ada di dalam tanah, pertumbuhannya tergantung kandungan zat organik, pestisida sintetis, suhu dsb. 3. Cendawan ini akan menginfeksi serangga inang dimulai dg kontak, masuk ke tubuh, reproduksi di jaringan inang dan kontak atau menginfeksi serangga lain. 4. Serangga yg terinfeksi akan segera kehilangan nafsu makan dan mati dalam 4-8 hari. Sebelum dan sesudah mati akan menularkan ke serangga lain di dekatnya. 5. Serangga yg mati menjadi kaku seperti mummi dan tubuhnya diselimuti jamur putih. Khususnya di daerah sambungan seperti tungkai, antara dada dan perut. Salah satu jenis bakteri yang sangat baik bagi tanaman pertanian yakni bakteri Rhizobium leguminosarum. Bakteri ini tergolong kelompok bakteri baik dan memberi nilai tambah (value) dalam bidang bioteknologi pertanian di Indonesia. RHYZOBIUM Bakteri Rhizobium leguminosarum mampu bersimbiosis dengan bintil akar tanaman leguminoceae (suku dari kacang-kacangan), sehingga keberadaannya sangat penting sekalin dapat menyuburkan tanah pertanian, juga penting dalam hal pemfiksasi Nitrogen (N-bebas) yang ada di udara. Selain itu, bakteri Rhizobium berperan penting dalam daur Nitrogen di alam, yang juga mendorong dalam mengubah senyawa kimia Nitrit menjadi Nitrat yang akan dibebaskan kembali ke atmosfer (atm). Maka dari itulah, dalam kegiatan pertanian jangan pernah meninggalkan kegiatan pertanian monokultur, salah satunya yakni bertanam dengan teknik rotasi tanam. Rotasi tanam sendiri merupakan serangkaian aktivitas pertanian dengan cara melakukan pergiliran (penjadwalan waktu tanam) pada bulan-bulan tertentu. Selain itu, pengaturan jenis tanaman selama satu tahun selalu diisi dengan tanaman-tanaman bervariasi, sebagai contoh palawija-singkong-kacang tanah-semangka-dan seterusnya. (Pada bintil akar tanaman kacang tanah terdapat bakteri baik yaitu rhyzobium leguminosarum) Rotasi tanam sangat baik diterapkan dalam dunia pertanian, sebab dapat mampu mengembalikan fungsi tanah agar berada pada kondisi yang tidak stress, selalu mendapatkan nutrisi berbeda setiap kali waktu tanam dari berbagai jenis tanaman yang berbeda. Adapun beberapa keuntungan (manfaat) adanya bakteri Rhizobium leguminosarum yang ada pada akar tanaman kacang-kacangan yakni: Dapat menyuburkan lahan pertanian, karena bakteri Rhizobium leguminosarum berperan penting dalam daur Nitrogen di alam; Dapat menyuburkan tanaman dan pepohonan buah maupun sayur mayur; Pada saat rotasi tanam, maka sebaiknya petani sesekali mencoba untuk menanam tanaman kacang-kacangan, baik itu bisa kacang panjang, kacang kedelai, kacang tanah, dan jenis famili kacang lainnya, sehingga keberadaan bakteri pemfiksasi N-bebas ini akan terus aktif, sehingga dapat meningkatkan kesuburan lahan pertanian; Bakteri R. leguminosarum ini disebut-sebut oleh beberapa petani sebagai bakteri perintis, yakni aktivitas kimiawi dan mekanisnya dapat membuat gembur lahan pertanian, sehingga sangat mudah diolah; Kelembaban tanah, temperatur, drainase, serta tingkat keasaman (pH) tanah akan terjaga secara optimal, sehingga kesiapan tanaman yang akan datang untuk ditanam akan semakin baik saat akan beradaptasi dengan lingkungan barunya; Pada beberapa biji tanaman yang ditanam/disemai bekas tanah yang ditanam kacang-kacangan, maka biasanya biji tersebut akan mudah berkecambah dan tumbuh secara baik hingga dewasa dan panen nantinya; Bakteri Rhizobium leguminosarum juga dapat membantu dalam menjaga tingkat kesuburan tanah melalui penjagaan unsur hara yang terkandung di dalam tanah; Selain itu, beberapa peneliti percaya bahwa adanya bakteri Rhizobium tersebut juga dapat membantu dalam proses pembusukan sisa unsur hara di dalam tanah sebelum diserap oleh jaringan pembuluh xilem di dalam akar tanaman. Bacillus sp Bacillus sp. merupakan salah satu kelompok bakteri gram positif yang sering digunakan sebagai pengendali hayati penyakit akar. Anggota genus ini memiliki kelebihan, karena bakteri membentuk spora yang mudah disimpan, mempunyai daya tahan hidup lama, dan relatif mudah diinokulasi ke dalam tanah. Bacillus sp. telah terbukti memiliki potensi sebagai agens pengendali hayati yang baik, misalnya terhadap bakteri patogen seperti R. solanacearum (Soesanto, 2008). Bacillus sp. dapat menghasilkan fitohormon yang berpotensi untuk mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan. Fitohormon yang dihasilkan bakteri tanah ini dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara tidak langsung fitohormon dari bakteri menghambat aktivitas patogen pada tanaman, sedangkan pengaruh secara langsung fitohormon tersebut adalah meningkatkan petumbuhan tanaman dan dapat bertindak sebagai fasilitator dalam penyerapan beberapa unsur hara dari lingkungan (Greenlite, 2009). Beberapa spesies Bacillus sp. yang menghasilkan antibiotik dapat digunakan sebagai agens hayati. Jenis antibiotik yang dihasilkan tersebut antara lain berupa iturin, surfactin, fengicin, polymyxin, difficidin, subtilin, dan mycobacilin (Todar, 2005). Fungsi Bacillus spp. (seperti Bacillus subtillis) antara lain dapat mengendalikan penyakit layu bakteri pada kentang dan meningkatkan hasil umbi kentang sampai 160%. Bacillus spp. dapat mengendalikan penyakit lincat pada tembakau dan penyakit layu bakteri pada biji tomat yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum pada tanaman tembakau Baker et al dalam Hasanuddin (2003) menyatakan manakala filtrasi steril dari kultur Bacillus subtilis diaplikasikan tiga kali seminggu mengendalikan penyakit karat pada tanaman kacang dilapangan nyata lebih baik dari fungisida mancozeb dengan aplikasi satu kali seminggu.

Login