almugni

Kasus Beras PT IBU, 15 Saksi Diperiksa

Dibuat : 29-07-2017, 20:45:09    Kategori : News

Penyidik Bareskrim sudah memohoni info 15 orang saksi dalam penyelidikan masalah sangkaan tindak pidana pemalsuan beras oleh PT Indo Beras Unggul (PT IBU). " Saksi yang telah kami check ada 15 orang, " kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Spesial Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya di Mabes Polri, Jakarta, Senin (24/7). Dari 15 orang itu, beberapa datang dari internal PT IBU. Sesaat pada minggu ini, pihaknya menjadwalkan kontrol sembilan orang saksi yang lain. " Sembilan orang sekali lagi juga akan di check, jadwalnya hingga Kamis, " tuturnya. Agung menyatakan pihaknya masih tetap menyatukan beberapa bukti untuk mengambil keputusan tersangka. " Kami masih tetap menyatukan bukti-bukti. Berkaitan tersangka, kami juga akan tentukan sesudah titel perkara, " tuturnya. Terlebih dulu Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Spesial streaming tv one Bareskrim Polri menggerebek gudang beras PT Indo Beras Unggul (IBU) di Jalan Rengas km 60 Karangsambung, Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (20/7) malam. " Berdasar pada hasil penyidikan didapat kenyataan kalau perusahaan ini beli gabah di tingkat petani dengan harga Rp4. 900, " kata Agung Setya. Menurutnya, aksi pihak PT IBU yang mengambil keputusan harga pembelian gabah di tingkat petani yang jauh diatas harga pemerintah bisa menyebabkan aktor usaha beda tidak dapat berkompetisi. Diluar itu PT IBU juga akan peroleh sebagian besar gabah dibanding dengan aktor usaha beda karna petani semakin lebih pilih jual gabahnya ke PT IBU. " Aksi yang dikerjakan oleh PT IBU bisa digolongkan jadi perbuatan curang karna merugikan aktor usaha beda, " tuturnya. Agung menyebutkan, gabah yang didapat PT IBU lalu diolah jadi beras serta dikemas dengan merk MAKNYUSS serta CAP AYAM JAGO untuk di pasarkan di pasar modern dengan harga Rp13. 700 per kg serta Rp20. 400 per kg. " Harga penjualan beras product PT IBU di tingkat customer juga jauh di atas harga yang diputuskan pemerintah yakni sebesar Rp9. 500 per kg, " tuturnya. Ia menjelaskan, beberapa aktor usaha pangan mesti ikuti harga referensi bahan pangan yang ditata pemerintah yaitu Permendag 47 th. 2017 yang diputuskan tanggal 18 Juli 2017 yang disebut Revisi Permendag 27 th. 2017. Sesaat pihaknya mengira kualitas serta komposisi beras Maknyuss serta Cap Ayam Jago yang di produksi PT IBU tidak cocok dengan apa yang terdaftar pada label. " Hal semacam ini didasarkan pada hasil laboratorium pangan pada merk beras itu, " tuturnya. Kepolisian mengira ada tindak pidana dalam sistem produksi serta distribusi beras yang dikerjakan PT IBU seperti ditata dalam Pasal 383 KUHP serta Pasal 141 UU 18 th. 2012 mengenai Pangan serta Pasal 62 UU nomor 8 th. 1999 mengenai Perlindungan Customer.

Login