momong

Ketersediaan Pupuk Semakin Menjamin Swasembada Pangan

Dibuat : 02-08-2017, 14:45:33    Kategori : News

Ketua Grup Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Winarno Tohir menilainya, penyediaan pupuk bersubsidi oleh PT Pupuk Indonesia berikan andil besar dalam menyukseskan program swasembada pangan nasional. Pasalnya, ketersediaan pupuk yang ideal begitu mendukung serta memastikan kesuksesan usaha padi beberapa petani. “Proporsi pupuk dalam susunan cost produksi padi memanglah cukup besar, yakni sekitaran 10, 40% (BPS, 2017) namun perannya dalam kesuksesan produksi menjangkau 20%, ” kata Winarno dalam nonton liga 1 launching yang di terima di Jakarta, Jumat (28/7). Winarno menerangkan, pupuk yang diperlukan petani yaitu yang bisa menyuplai kecukupan unsur hara tanah untuk tanaman padi seperti Nitrogen, Kalium, serta Phospat. Yang mengedar di market pupuk Urea sekarang ini yaitu NPK, SP36, walau ada juga pupuk type majemuk. Sekarang ini, produksi pupuk nasional sekitaran 13, 5 juta ton, sebagian besar ditujukan untuk keperluan lokal terlebih untuk sub bidang tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan, serta perikanan budidaya dengan skim subsidi input. “Bila keperluan lokal telah tercukupi pemerintah, bekasnya bisa di-export, ” imbuhnya. Th. 2016, Kementerian Pertanian membagikan biaya subsidi pupuk Rp 30, 06 triliun atau sama dengan 9, 55 juta ton pupuk beragam type. Jumlah pupuk subsidi yang terserap 9, 205 juta ton atau sekitaran 96, 39% tersisa 0, 345 juta ton. “Ada anomali dalam perlakuan pupuk bersubsidi. Di satu bagian dapat dibuktikan alokasi yang ada tidak terserap, sesaat di lapangan, petani mengeluhkan kelangkaan pupuk, ” kata Winarno sekali lagi. Pemicunya disangka karna data CPCL (Calon Petani Calon Tempat) yg tidak akurat atau sangat tinggi dari keperluan ril serta distribusi system rayon yg tidak sangat mungkin pupuk menyeberang lokasi beda yang memerlukan. “Kelemahan system rayon yaitu, saat satu daerah berlangsung surplus jumlah pupuk subsidi, saat juga akan dipindah ke daerah beda terhalang beberapa ketentuan serta saat, ” katanya. Distribusi Problem distribusi ini sudah pasti beresiko jelek untuk petani yg tidak kebagian pupuk, yakni berkurangnya produksi padi. Kerugian produsen yaitu saat kesempatan export hilang. Kesempatan memperoleh devisa serta laba perusahaan hilang, sesaat pupuknya tidak terpakai hingga semua cost operasional dijamin perusahaan pupuk. Walau sekian, Winarno meyakinkan kebijakan subsidi pupuk yaitu kebijakan yang baik hingga layak selalu dipertahankan. Pemerintah di dukung oleh DPR serta beberapa stakeholder yang lain menyetujui untuk membagikan biaya yang sama juga dengan volume pupuk yang sama th. ini yakni Rp 31, 153 triliun atau sama dengan 9, 55 juta ton pupuk beragam type. Disamping itu, Direktur Jenderal Prasarana serta Fasilitas Pertanian Kementan Pending Dadih Permana menerangkan, untuk menangani masalah diatas, pabrikan pupuk setuju mengaplikasikan system manajemen distribusi 6 pas, yakni ; Pas Type, Pas Jumlah, Pas Kualitas (kwalitas serta dosis), Pas Tempat (tempat), Pas Saat serta Pas Harga. “Dengan mengaplikasikan system manajemen ini, problema distribusi pupuk perlahan terselesaikan. Moral hazard serta penyelewengan pupuk bersubsidi berkaitan disparitas harga bisa diatasi dengan pengawasan menempel yang intensif, ” tutur Pending Dadih. Untuk kurangi pupuk subsidi tidak terserap, pemerintah juga akan melakukan perbaikan data CPCL memakai System Info Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) yakni system info berbasiskan IT, untuk mempermudah pengumpulan data serta komunikasi data dan up-date data petani serta tempat. “Selain itu juga melakukan perbaikan system rayonisasi, tingkatkan pengawasan penyelewengan pupuk dengan mengintensifkan hubungan kerja dengan pihak ke-3, serta turunkan disparitas harga pada pupuk subsidi dengan pupuk industri hingga kurangi kesempatan penyelewengan, ” urainya. Berdasar pada Permentan Nomor 69 Th. 2016 juncto Permentan Nomor 4 Th. 2014, pupuk bersubsidi th. biaya 2017 dialokasikan sejumlah 8, 55 juta ton plus 1 juta ton jadi cadangan. Perinciannya, pupuk urea 4, 1 juta ton, pupuk SP-36 850. 000 ton, pupuk ZA 1, 050 juta ton, pupuk NPK 2, 550 juta ton, serta pupuk organik 1 juta ton.

Login