Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Menggelar Rapat Penyusunan ATAP 2015 dan ARAM 2016

Selasa, 31 Mei 2016

Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Bali(30/6) Direktorat Jenderal Tanaman Pangan mengelar rapat koordinasi  penyusunan angka Produksi Tanaman Pangan tahun 2015 dan angka ramalan I tahun 2016 bersama Badan Pusat Statistik (BPS) tempat hotel sovereign bali tanggal 30 mei s/d 1 juni 2016. Acara ini bertujuan sebagai salah satu acuan pemerintah dalam menentukan kebijakan yang harus dilaksanakan kedepannya.

Dalam acara tersebut juga disosialisasikan juga sistem pelaporan dalam rangka meningkatkan penyediaan data luas tanam khususnya padi, melalui sms senter. Penerapan sistem ini bertujuan untuk mendapatkan data secara cepat dan dini (early warning) dalam rangka pengambilan kebijakan pimpinan Kementan.

Diharapkan laporan harian tersebut dapat dilaksanakan di seluruh kecamatan secara berkesinambungan, dan hasilnya disinkronisasikan dengan BPS di masing-masing tingkatan mulai dari kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dalam sistem pelaporan luas tanam dan luas panen bulanan pada SIM-TP (Sistem Informasi Manajemen Tanaman Pangan).

Selain itu kita juga perlu terus meningkatkan kualitas data antara lain melalui langkah-langkah:

(1) Akurasi pengukuran dan pencatatan data,

(2) Sinkronisasi data di setiap tingkatan,

(3) Pelaksanaan ubinan bersama tingkat lapang,

(4) Pengiriman laporan tepat waktu,

(5) Analisis dan pemahaman data, dan

(6) Pemanfaatan dan tindak hasil analisis data.

(Sumber: Humas TP)

 

Google+
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Bali(30/6) Direktorat Jenderal Tanaman Pangan mengelar rapat koordinasi  penyusunan angka Produksi Tanaman Pangan tahun 2015 dan angka ramalan I tahun 2016 bersama Badan Pusat Statistik (BPS) tempat hotel sovereign bali tanggal 30 mei s/d 1 juni 2016. Acara ini bertujuan sebagai salah satu acuan pemerintah dalam menentukan kebijakan yang harus dilaksanakan kedepannya.

Dalam acara tersebut juga disosialisasikan juga sistem pelaporan dalam rangka meningkatkan penyediaan data luas tanam khususnya padi, melalui sms senter. Penerapan sistem ini bertujuan untuk mendapatkan data secara cepat dan dini (early warning) dalam rangka pengambilan kebijakan pimpinan Kementan.

Diharapkan laporan harian tersebut dapat dilaksanakan di seluruh kecamatan secara berkesinambungan, dan hasilnya disinkronisasikan dengan BPS di masing-masing tingkatan mulai dari kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dalam sistem pelaporan luas tanam dan luas panen bulanan pada SIM-TP (Sistem Informasi Manajemen Tanaman Pangan).

Selain itu kita juga perlu terus meningkatkan kualitas data antara lain melalui langkah-langkah:

(1) Akurasi pengukuran dan pencatatan data,

(2) Sinkronisasi data di setiap tingkatan,

(3) Pelaksanaan ubinan bersama tingkat lapang,

(4) Pengiriman laporan tepat waktu,

(5) Analisis dan pemahaman data, dan

(6) Pemanfaatan dan tindak hasil analisis data.

(Sumber: Humas TP)

 

Google+
informasi lain