Komitmen petani Sumsel dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Senin, 22 Agustus 2016

Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

[Palembang, 18/8/2016]. Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional, Dirjen Tanaman Pangan selaku Penanggung Jawab UPSUS Sumatera Selatan berupaya terus meningkatkan luas tanam padi. Bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi, menyusun strategi percepatan tanam, terutama di lahan pasang surut. Wilayah-wilayah yang biasanya tanam satu kali dalam setahun (IP 100), diupayakan untuk tanam dua kali setahun (IP 200). Setelah dilakukan sosialisasi dan roadshow ke beberapa daerah, kini hasilnya mulai tampak. Dirjen Tanaman Pangan sumringah melihat kondisi ini. Pengorbanan beliau melakukan perjalanan panjang, mengarungi sungai musi, naik motor berbalut debu jalanan, menuju lokasi-lokasi percepatan tidaklah sia-sia. Di lokasi tersbut,  sudah dilakukan penyemprotan lahan, bahkan sebagian sudah pengolahan tanah. Saat bertemu dengan Dirjen Tanaman Pangan, di lokasi persawahan Desa Panca Mukti dan Sumber Mulyo Kec. Muara Telang [18/8/2016], petani berkomitmen mendukung percepatan tanam untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Secara keseluruhan, petani di Kec. Muara Telang Kab. Banyuasin berkomitmen melakukan percepatan tanam seluas 13 ribu hektar. Namun salah satu kendala yang mereka hadapi dalam melakukan percepatan tanam adalah keterbatasan traktor roda 4. Untuk mengatasi hal ini, Dirjen Tanaman Pangan meminta agar brigade alsintan Provinsi segera diterjunkan ke lokasi. Selain itu agar dapat memanfaatkan alsintan di lokasi lain yang sedang tidak dimanfaatkan di wilayahnya.

Agustus: Bulan Olah Tanah

Menurut Hasil Sembiring,  timing percepatan tanam di bulan Agustus ini sudah tepat. Pernyataan tersebut  tentu saja memiliki alasan yang cukup kuat.  Dr. Haris Syahbuddin, Kepala Balitklimat Bogor, sekaligus Penanggungjawab UPSUS Kabupaten Banyuasin, menyebutkan bahwa berdasarkan perkiraan curah hujan bulanan 2016/2017, pada Agustus ini, Sumsel bagian Timur dan Utara diperkirakan CH < 150 mm/bulan. Sehingga Agustus dapat dimanfaatkan sebagai bulan olah tanah. Hanya Sumsel bagian barat diprediksi berpeluang CH > 150 mm/bulan. Memasuki September sd Jan 2017, prakiraan curah hujan > 150 mm/bulan di Wil Sumsel sangat signifikan. Sehingga bulan September kondusif untuk menanam padi [Humas TP].

Google+
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

[Palembang, 18/8/2016]. Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional, Dirjen Tanaman Pangan selaku Penanggung Jawab UPSUS Sumatera Selatan berupaya terus meningkatkan luas tanam padi. Bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi, menyusun strategi percepatan tanam, terutama di lahan pasang surut. Wilayah-wilayah yang biasanya tanam satu kali dalam setahun (IP 100), diupayakan untuk tanam dua kali setahun (IP 200). Setelah dilakukan sosialisasi dan roadshow ke beberapa daerah, kini hasilnya mulai tampak. Dirjen Tanaman Pangan sumringah melihat kondisi ini. Pengorbanan beliau melakukan perjalanan panjang, mengarungi sungai musi, naik motor berbalut debu jalanan, menuju lokasi-lokasi percepatan tidaklah sia-sia. Di lokasi tersbut,  sudah dilakukan penyemprotan lahan, bahkan sebagian sudah pengolahan tanah. Saat bertemu dengan Dirjen Tanaman Pangan, di lokasi persawahan Desa Panca Mukti dan Sumber Mulyo Kec. Muara Telang [18/8/2016], petani berkomitmen mendukung percepatan tanam untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Secara keseluruhan, petani di Kec. Muara Telang Kab. Banyuasin berkomitmen melakukan percepatan tanam seluas 13 ribu hektar. Namun salah satu kendala yang mereka hadapi dalam melakukan percepatan tanam adalah keterbatasan traktor roda 4. Untuk mengatasi hal ini, Dirjen Tanaman Pangan meminta agar brigade alsintan Provinsi segera diterjunkan ke lokasi. Selain itu agar dapat memanfaatkan alsintan di lokasi lain yang sedang tidak dimanfaatkan di wilayahnya.

Agustus: Bulan Olah Tanah

Menurut Hasil Sembiring,  timing percepatan tanam di bulan Agustus ini sudah tepat. Pernyataan tersebut  tentu saja memiliki alasan yang cukup kuat.  Dr. Haris Syahbuddin, Kepala Balitklimat Bogor, sekaligus Penanggungjawab UPSUS Kabupaten Banyuasin, menyebutkan bahwa berdasarkan perkiraan curah hujan bulanan 2016/2017, pada Agustus ini, Sumsel bagian Timur dan Utara diperkirakan CH < 150 mm/bulan. Sehingga Agustus dapat dimanfaatkan sebagai bulan olah tanah. Hanya Sumsel bagian barat diprediksi berpeluang CH > 150 mm/bulan. Memasuki September sd Jan 2017, prakiraan curah hujan > 150 mm/bulan di Wil Sumsel sangat signifikan. Sehingga bulan September kondusif untuk menanam padi [Humas TP].

Google+
informasi lain