Mentan dan Dirjen TP melakukan panen Raya di Karawang

Jum'at, 22 Januari 2016

Thumbnails

JAKARTA – Menteri Pertanian  Andi Amran Sulaiman, melakukan panen raya sekitar 7 ha di area yang luasnya sekitar 500 ha di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayu Sari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat Jum’at (25/9).

Hadir dan ikut mendampingi pada kesempatan tersebut Plt. Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Hasil Sembiring, Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini, Para Peneliti dan Guru Besar dari IPB, Kabulog Jawa Barat, Kadis Pertanian Jawa Barat, Unsur TNI, dan sejumlah unsur Muspida lainnya.

Mentan menyampaikan bahwa sebagai daerah lumbung padi nasional yang harus tetap di jaga, Karawang pada saat ini produktifitas berasnya terus meningkat bahkan dari lahan 500rb ha yang sduah ditanami padi varietas IPB 3S mampu meningkatkan produksi 9,4 ton dengan ubinannya 13,4 ton atau dua kali lipat dari produksi nasional 5,1 ton. Mentan juga berharap agar produktifitas ini terus dipertahankan dan ditingkatkan serta ditambah luas lahan tanamnya.

Amran  mengaku bangga dengan keberadaan benih Varietas IPB 3S  yang dipanen dan mampu memberikan sumbangsih yang sangat besar untuk tercapainya program swasembada pangan pemerintah. Untuk Jawa Barat  dibantu benih, ada IPB 3S 40rb ha dan tambahan jumlah Cadangan Benih Nasional (CBN) hingga 12rb ha.

"Saya berharap varietas ini bisa dikembangkan dan dapat menjadi bibit yang nantinya akan dikembangkan di beberapa tempat lain di Indonesia," ungkap Mentan.

Lebih lanjut, Mentan Amran mengungkapkan bahwa, hingga saat ini tim peneliti IPB yang telah menghasilkan varietas IPB 3S, sudah menyediakan sejumlah varietas lain yang tahan terhadap segala macam kondisi. Varietas IPB 3S sendiri memiliki keunggulan pada batang yang sangat kuat dan tahan terhadap kondisi kemarau.

Pemerintah juga sudah mempersiapkan varietas unggulan pada segala musim. Pada kondisi kering sudah disediakan Varietas Inpari 10 yang memiliki keunggulan dan tahan atas musim kering, dan Inpari 30 yang tahan banjir. Ia mengungkapkan, bahwa semua jenis benih ini kedepannya akan di didistribusikan ke sejumlah tempat di seluruh Indonesia, ujarnya.

"Untuk di daerah Karawang sendiri saya meminta untuk segera melakukan penanaman lagi, jangan berlama-lama harus segera," tegas Mentan.

Saat ini kami ada kebijakan, kalau ada daerah yang hasil produktifitasnya tidak mencapai target maka anggarannya kami hilangkan untuk 2016, Insya Allah untuk Karawang tidak termasuk,  tegas Mentan.

Hingga saat ini, Jawa Barat merupakan daerah lumbung padi terbesar, dan pemerintah pun sangat serius dalam memberikan bantuan. Dibandingkan dengan tahun lalu, mengalami kenaikan sekitar 200 persen lebih di tahun ini.  Tahun lalu 800 miliar, sementara untuk tahun ini anggaran yang kita kucurkan untuk Jawa Barat 2,5 triliun, naiknya 200 persen lebih,  papar Mentan.

Ia menegaskan, bahwa kenaikan anggaran ini merupakan bentuk perhatian pemerintah, bentuk perhatian presiden kepada para petani. Mentan menambahkan, khusus untuk Kabupaten Karawang, tahun lalu Rp. 29 miliar dan untuk tahun ini naik Rp. 49 - Rp. 40 miliar.

"Dengan panen varietas IPB 3S yang cukup baik pada saat ini, kami punya program mulai hari ini ada 100 ribu ha lahan seluruh indonesia akan dibantu dalam pengadaan benih, kita canangkan dari Karawang," tandas Mentan.

Ke depannya, Ia sangat berharap agar para peneliti dari IPB yang ikut andil dalam menghasilkan sejumlah varietas bibit unggul tersebut bisa difokuskan kerjanya dalam penelitian varietas bibit unggul dengan terjun ke masyarakat petani, terangnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan ingin menjadikan wilayahnya sebagai salah satu lumbung padi nasional. "Ke depan ini kami akan bangun BUMD Pertanian sehingga kesejahteraan petani meningkat. Modal petani dan marketingnya nanti kami akan jamin," kata Cellica.

Cellica mengatakan setiap tahunnya produksi padi Karawang surplus hingga 550 ribu ton sehingga dia meyakini Karawang berperan dalam menekan impor beras nasional.  Dengan keberadaan BUMD Pertanian tersebut, Cellica berharap petani akan lebih sejahtera karena saat ini harga gabah kering giling (GKG) per kilogram mencapai Rp 5.300 dan produktivitasnya mencapai 10 ton per hektare. Pihaknya juga siap untuk segera melakukan penanaman lagi, demi mendukung program pencapaian swasembada sesuai arahan Menteri Pertanian.

"Kami akan siap dan segera melakukan proses penanaman lagi dengan varietas yang sama," demikian tandas Plt Bupati Karawang. (RR/Humas TP)

Google+
Thumbnails

JAKARTA – Menteri Pertanian  Andi Amran Sulaiman, melakukan panen raya sekitar 7 ha di area yang luasnya sekitar 500 ha di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayu Sari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat Jum’at (25/9).

Hadir dan ikut mendampingi pada kesempatan tersebut Plt. Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Hasil Sembiring, Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini, Para Peneliti dan Guru Besar dari IPB, Kabulog Jawa Barat, Kadis Pertanian Jawa Barat, Unsur TNI, dan sejumlah unsur Muspida lainnya.

Mentan menyampaikan bahwa sebagai daerah lumbung padi nasional yang harus tetap di jaga, Karawang pada saat ini produktifitas berasnya terus meningkat bahkan dari lahan 500rb ha yang sduah ditanami padi varietas IPB 3S mampu meningkatkan produksi 9,4 ton dengan ubinannya 13,4 ton atau dua kali lipat dari produksi nasional 5,1 ton. Mentan juga berharap agar produktifitas ini terus dipertahankan dan ditingkatkan serta ditambah luas lahan tanamnya.

Amran  mengaku bangga dengan keberadaan benih Varietas IPB 3S  yang dipanen dan mampu memberikan sumbangsih yang sangat besar untuk tercapainya program swasembada pangan pemerintah. Untuk Jawa Barat  dibantu benih, ada IPB 3S 40rb ha dan tambahan jumlah Cadangan Benih Nasional (CBN) hingga 12rb ha.

"Saya berharap varietas ini bisa dikembangkan dan dapat menjadi bibit yang nantinya akan dikembangkan di beberapa tempat lain di Indonesia," ungkap Mentan.

Lebih lanjut, Mentan Amran mengungkapkan bahwa, hingga saat ini tim peneliti IPB yang telah menghasilkan varietas IPB 3S, sudah menyediakan sejumlah varietas lain yang tahan terhadap segala macam kondisi. Varietas IPB 3S sendiri memiliki keunggulan pada batang yang sangat kuat dan tahan terhadap kondisi kemarau.

Pemerintah juga sudah mempersiapkan varietas unggulan pada segala musim. Pada kondisi kering sudah disediakan Varietas Inpari 10 yang memiliki keunggulan dan tahan atas musim kering, dan Inpari 30 yang tahan banjir. Ia mengungkapkan, bahwa semua jenis benih ini kedepannya akan di didistribusikan ke sejumlah tempat di seluruh Indonesia, ujarnya.

"Untuk di daerah Karawang sendiri saya meminta untuk segera melakukan penanaman lagi, jangan berlama-lama harus segera," tegas Mentan.

Saat ini kami ada kebijakan, kalau ada daerah yang hasil produktifitasnya tidak mencapai target maka anggarannya kami hilangkan untuk 2016, Insya Allah untuk Karawang tidak termasuk,  tegas Mentan.

Hingga saat ini, Jawa Barat merupakan daerah lumbung padi terbesar, dan pemerintah pun sangat serius dalam memberikan bantuan. Dibandingkan dengan tahun lalu, mengalami kenaikan sekitar 200 persen lebih di tahun ini.  Tahun lalu 800 miliar, sementara untuk tahun ini anggaran yang kita kucurkan untuk Jawa Barat 2,5 triliun, naiknya 200 persen lebih,  papar Mentan.

Ia menegaskan, bahwa kenaikan anggaran ini merupakan bentuk perhatian pemerintah, bentuk perhatian presiden kepada para petani. Mentan menambahkan, khusus untuk Kabupaten Karawang, tahun lalu Rp. 29 miliar dan untuk tahun ini naik Rp. 49 - Rp. 40 miliar.

"Dengan panen varietas IPB 3S yang cukup baik pada saat ini, kami punya program mulai hari ini ada 100 ribu ha lahan seluruh indonesia akan dibantu dalam pengadaan benih, kita canangkan dari Karawang," tandas Mentan.

Ke depannya, Ia sangat berharap agar para peneliti dari IPB yang ikut andil dalam menghasilkan sejumlah varietas bibit unggul tersebut bisa difokuskan kerjanya dalam penelitian varietas bibit unggul dengan terjun ke masyarakat petani, terangnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan ingin menjadikan wilayahnya sebagai salah satu lumbung padi nasional. "Ke depan ini kami akan bangun BUMD Pertanian sehingga kesejahteraan petani meningkat. Modal petani dan marketingnya nanti kami akan jamin," kata Cellica.

Cellica mengatakan setiap tahunnya produksi padi Karawang surplus hingga 550 ribu ton sehingga dia meyakini Karawang berperan dalam menekan impor beras nasional.  Dengan keberadaan BUMD Pertanian tersebut, Cellica berharap petani akan lebih sejahtera karena saat ini harga gabah kering giling (GKG) per kilogram mencapai Rp 5.300 dan produktivitasnya mencapai 10 ton per hektare. Pihaknya juga siap untuk segera melakukan penanaman lagi, demi mendukung program pencapaian swasembada sesuai arahan Menteri Pertanian.

"Kami akan siap dan segera melakukan proses penanaman lagi dengan varietas yang sama," demikian tandas Plt Bupati Karawang. (RR/Humas TP)

Google+
informasi lain