PANEN RAYA JAGUNG DAN GERAKAN TANAM SERENTAK KEDELAI DI KAB.SUMENEP

Kamis, 01 Maret 2018

Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Sumenep Jawa Timur ( 28/2/2018) Direktur Jenderal Tanaman Pangan - RI.  Dr. Ir.  Sumarjo Gatot Irianto MS. DAA, bersama Bupati Sumenep KH. Busroh dan Aser Kasad Mayjen TNI Supartodi, Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Kaf Zulkifli, Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Ato Sudiatna, Letkol Endar Setyanto, Dirut BNI 46 serta Dirut PT. Pupuk Kaltim, Dirut PT. Petrokimia, Dirut PT. Pupuk Indonesia bersama-sama melakukan panen raya jagung dilahan seluas 252 ha di Desa Sentol Daya dari luas panen 1.308 ha di Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep.  Yang disaksikan secara langsung oleh Kadis Pertanian Provinsi, Kabupaten /Kota, Kelompok Tani dan warga Kecamatan Pragaan. Dirjen Tanaman Pangan beserta rombongan tiba dilokasi panen pada pukul 09.00.

Disela-sela kegiatan Panen Raya Jagung,  Dr.Ir. Sumarjono Gatot Irianto, MS  Sekaligus melaksanakan  tanam perdana Kedelai secara serentak dilahan seluas 369 ha di Kecamatan Pragaan dari total luas lahan 4.605 ha se Kabupaten Sumenep.

Kegiatan ini didukung oleh BNI 46 melalui program kegiatan Pemerintah untuk memberikan Kartu Tani dan Fasilitas KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang dapat digunakan untuk kesejahteraan Petani.

Bupati Sumenep KH. Busroh mengawali sambutannya mengenai Potensi lahan tegalan di Kab. Sumenep mencapai 117 ribu 341 Ha, namun produksi jagung di Sumenep masih rendah karena Petani mulai menanam jagung dengan komposisi 70%  mengunakan benih lokal dan hanya 30 % menggunakan benih jagung Hibrida. Melalui Program kemitraan ini bekerjasama antara Dispertahortibun , Perbankan, Produsen Benih, dan off Taker. Tujuannya agar Kab. Sumenep yg selama ini menjadi penyumbang terbesar produksi jagung bagi jawa timur yg mencapai 30% diharapkan dapat menambah sumbangan 80% sehingga nantinya mampu menjadi kabupaten penyumbang hasil produksi jagung terbesar secara nasional." Himbaunya. Dilanjutkan arahan dari Aser Kasad Mayjen TNI Supartodi yg berapi-api memberikan semangat untuk para petani, salah satu petani padi yang menghasilkan produksi GKP 8 ton/ha dipanggil utk maju kepanggung. Dilanjutkan arahan Dirjen Tanaman Pangan Dr. Ir. Sumarjono Gatot Irianto, MS berpesan kepada petani bahwa pemerintah tetap memberikan yang terbaik buat petani, melalui kemitraan kerja sama BNI 46 ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kepada petani, "ungkapnya". Dirjen Tanaman Pangan pun menghimbau kepada HEXA Group sebagai off Taker yang akan menjamin pembelian hasil panen dapat memberikan harga sesuai harapan petani. Sehingga Program kemitraan pengembangan jagung ini dapat memberikan motivasi dan gairah bagi petani untuk ikut dalam kemitraan. Berikutnya pemberian Fasilitas KUR dari Bank BNI 46 kepada petani sebanyak 7.196 orang dengan total nilai 16 milyar 13 juta 845 ribu rupiah. Selain itu dalam mendukung pemasaran hasil petani, BNI 46 cabang Sumenep juga memberikan bantuan pinjaman modal melalui program KUR kepada TNI/Babinsa di enam Kecamatan senilai 500 juta rupiah.

Google+
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Sumenep Jawa Timur ( 28/2/2018) Direktur Jenderal Tanaman Pangan - RI.  Dr. Ir.  Sumarjo Gatot Irianto MS. DAA, bersama Bupati Sumenep KH. Busroh dan Aser Kasad Mayjen TNI Supartodi, Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Kaf Zulkifli, Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Ato Sudiatna, Letkol Endar Setyanto, Dirut BNI 46 serta Dirut PT. Pupuk Kaltim, Dirut PT. Petrokimia, Dirut PT. Pupuk Indonesia bersama-sama melakukan panen raya jagung dilahan seluas 252 ha di Desa Sentol Daya dari luas panen 1.308 ha di Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep.  Yang disaksikan secara langsung oleh Kadis Pertanian Provinsi, Kabupaten /Kota, Kelompok Tani dan warga Kecamatan Pragaan. Dirjen Tanaman Pangan beserta rombongan tiba dilokasi panen pada pukul 09.00.

Disela-sela kegiatan Panen Raya Jagung,  Dr.Ir. Sumarjono Gatot Irianto, MS  Sekaligus melaksanakan  tanam perdana Kedelai secara serentak dilahan seluas 369 ha di Kecamatan Pragaan dari total luas lahan 4.605 ha se Kabupaten Sumenep.

Kegiatan ini didukung oleh BNI 46 melalui program kegiatan Pemerintah untuk memberikan Kartu Tani dan Fasilitas KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang dapat digunakan untuk kesejahteraan Petani.

Bupati Sumenep KH. Busroh mengawali sambutannya mengenai Potensi lahan tegalan di Kab. Sumenep mencapai 117 ribu 341 Ha, namun produksi jagung di Sumenep masih rendah karena Petani mulai menanam jagung dengan komposisi 70%  mengunakan benih lokal dan hanya 30 % menggunakan benih jagung Hibrida. Melalui Program kemitraan ini bekerjasama antara Dispertahortibun , Perbankan, Produsen Benih, dan off Taker. Tujuannya agar Kab. Sumenep yg selama ini menjadi penyumbang terbesar produksi jagung bagi jawa timur yg mencapai 30% diharapkan dapat menambah sumbangan 80% sehingga nantinya mampu menjadi kabupaten penyumbang hasil produksi jagung terbesar secara nasional." Himbaunya. Dilanjutkan arahan dari Aser Kasad Mayjen TNI Supartodi yg berapi-api memberikan semangat untuk para petani, salah satu petani padi yang menghasilkan produksi GKP 8 ton/ha dipanggil utk maju kepanggung. Dilanjutkan arahan Dirjen Tanaman Pangan Dr. Ir. Sumarjono Gatot Irianto, MS berpesan kepada petani bahwa pemerintah tetap memberikan yang terbaik buat petani, melalui kemitraan kerja sama BNI 46 ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kepada petani, "ungkapnya". Dirjen Tanaman Pangan pun menghimbau kepada HEXA Group sebagai off Taker yang akan menjamin pembelian hasil panen dapat memberikan harga sesuai harapan petani. Sehingga Program kemitraan pengembangan jagung ini dapat memberikan motivasi dan gairah bagi petani untuk ikut dalam kemitraan. Berikutnya pemberian Fasilitas KUR dari Bank BNI 46 kepada petani sebanyak 7.196 orang dengan total nilai 16 milyar 13 juta 845 ribu rupiah. Selain itu dalam mendukung pemasaran hasil petani, BNI 46 cabang Sumenep juga memberikan bantuan pinjaman modal melalui program KUR kepada TNI/Babinsa di enam Kecamatan senilai 500 juta rupiah.

Google+
informasi lain