SUMBAWA BESAR EKSPOR 11.500 TON JAGUNG ke FILIPINA

Rabu, 21 Maret 2018

Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Sumbawa Besar (20/3/2018) Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian  DR.Ir.Agung Hendriadi, M eng mewakili Menteri Pertanian didampingi oleh Gubernur  NTB DR. H.Muhammad Zainul Majdi  atau sering disebut Tuan Guru Bajang melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sumbawa dalam rangka Pelepasan Ekspor 11.500 ton Jagung dari Target 100.000 Ton ke Filipina melalui Pelabuhan Badas Sumbawa,  hadir  Bupati dan Wakil Bupati Kab. Sumbawa serta jajaran instansi terkait se Kabupaten Sumbawa dan para petani jagung menyaksikan langsung kegiatan tersebut.

Ucapan selamat datang oleh Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, Bsc bahwa Suksesnya pelaksanaan Ekspor ini tidak lepas dari Koordinasi dan kerja sama yang baik pada institusi lingkungan Pemkab Sumbawa melalui Dinas Pertanian, Dinas Koperindag bersama PT. Seger Antara dan PT. Pelindo (persero). "ungkapnya. diakhir laporan Husni menegaskan potensi Limbah jagung yang di hasilkan oleh Kabupaten sumbawa begitu besar, maka tahun 2017 kami mencanangkan program Gemajipi, dalam mengkolaborasikan sektor pertanian melalui tanaman jagung dengan sapi pada sektor peternakan. Melalui program tersebut kita berharap limbah jagung dlm bentuk jerami, tongkol dan juga klobot atau kulit buah jagung dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, dengan mengolahnya menjadi HAY dan SILASE. " imbaunya. Sementara Kepala Badan Ketahanan Pangan  DR.Ir.Agung Hendriadi, M eng,  mengingatkan bahwa Pembangunan pertanian ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup petani, memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha untuk menunjang pembangunan industri serta meningkatkan ekspor sehingga terwujudnya masyarakat sejahtera." Ungkapnya. Yang disambut tepuk tangan oleh para hadirin, Selanjutnya kami berupaya dan bekerja keras  khususnya pemerintah pusat maupun daerah untuk secara bertahap mengurangi import bahan pangan guna mewujudkan swasembada pangan.  Agung mewakili Menteri Pertanian Amran Sulaiman, saat melepas ekspor jagung ke Filipina bersama-sama Gubernur NTB, TGH. Zainul Majdi dari Pelabuhan Badas Sumbawa Besar. Dalam acara itu juga digelar pencanangan inovasi bidang dan Gerakan Masyarakat Jagung Integrasi Sapi (Gemajipi), hari ini. "Sebelumnya ekspor dari Provinsi Gorontalo yakni 57.650 ton dari target 100.000 ton pada (14/2/2018). Kemudian Provinsi Sulawesi Selatan yakni 60.000 ton dari target 100.000 ton (9/3/2018)," tambah Agung. Menurut Agung, selain Filipina, Malaysia juga memiliki pangsa pasar potensial untuk ekspor jagung. Kebutuhan di Filipina 1 juta ton jagung dan 3 juta ton di Malaysia dalam setahun. "Peluang inilah yang harus kita ambil agar petani sebagai produsen jagung mendapat keuntungan dari usaha taninya," jelas Agung.

Sementara arahan Gubernur NTB sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan ekspor 11.500 Ton Jagung ke Philipina. Gubernur mengucapkan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh petani yang ada di Kab. Sumbawa karena dengan ikhtiar dan kerja keras para petani mulai dari ujung Pulau Lombok sampai Ujung Pulau Sumbawa atas jerih payah dan apresiasinya bahwa produksi jagung tahun 2018 meningkat mencapai 1 juta ton bila dibandingkan tahun-tahun yang sebelumnya.  ekspor jagung merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada petani dan pihak-pihak terkait lainnya yang telah bekerja keras. "Dengan ekspor ini, diharapkan kesejahteraan petani meningkat sehingga bergairah dalam berusahatani. Jangan sampai produksi berlimpah tetapi harganya merugikan. Dengan ekspor ini, jelas akan menguntungkan dan menggairahkan petani," kata Zainul  (HUMAS TP)

Google+
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Sumbawa Besar (20/3/2018) Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian  DR.Ir.Agung Hendriadi, M eng mewakili Menteri Pertanian didampingi oleh Gubernur  NTB DR. H.Muhammad Zainul Majdi  atau sering disebut Tuan Guru Bajang melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sumbawa dalam rangka Pelepasan Ekspor 11.500 ton Jagung dari Target 100.000 Ton ke Filipina melalui Pelabuhan Badas Sumbawa,  hadir  Bupati dan Wakil Bupati Kab. Sumbawa serta jajaran instansi terkait se Kabupaten Sumbawa dan para petani jagung menyaksikan langsung kegiatan tersebut.

Ucapan selamat datang oleh Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, Bsc bahwa Suksesnya pelaksanaan Ekspor ini tidak lepas dari Koordinasi dan kerja sama yang baik pada institusi lingkungan Pemkab Sumbawa melalui Dinas Pertanian, Dinas Koperindag bersama PT. Seger Antara dan PT. Pelindo (persero). "ungkapnya. diakhir laporan Husni menegaskan potensi Limbah jagung yang di hasilkan oleh Kabupaten sumbawa begitu besar, maka tahun 2017 kami mencanangkan program Gemajipi, dalam mengkolaborasikan sektor pertanian melalui tanaman jagung dengan sapi pada sektor peternakan. Melalui program tersebut kita berharap limbah jagung dlm bentuk jerami, tongkol dan juga klobot atau kulit buah jagung dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, dengan mengolahnya menjadi HAY dan SILASE. " imbaunya. Sementara Kepala Badan Ketahanan Pangan  DR.Ir.Agung Hendriadi, M eng,  mengingatkan bahwa Pembangunan pertanian ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup petani, memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha untuk menunjang pembangunan industri serta meningkatkan ekspor sehingga terwujudnya masyarakat sejahtera." Ungkapnya. Yang disambut tepuk tangan oleh para hadirin, Selanjutnya kami berupaya dan bekerja keras  khususnya pemerintah pusat maupun daerah untuk secara bertahap mengurangi import bahan pangan guna mewujudkan swasembada pangan.  Agung mewakili Menteri Pertanian Amran Sulaiman, saat melepas ekspor jagung ke Filipina bersama-sama Gubernur NTB, TGH. Zainul Majdi dari Pelabuhan Badas Sumbawa Besar. Dalam acara itu juga digelar pencanangan inovasi bidang dan Gerakan Masyarakat Jagung Integrasi Sapi (Gemajipi), hari ini. "Sebelumnya ekspor dari Provinsi Gorontalo yakni 57.650 ton dari target 100.000 ton pada (14/2/2018). Kemudian Provinsi Sulawesi Selatan yakni 60.000 ton dari target 100.000 ton (9/3/2018)," tambah Agung. Menurut Agung, selain Filipina, Malaysia juga memiliki pangsa pasar potensial untuk ekspor jagung. Kebutuhan di Filipina 1 juta ton jagung dan 3 juta ton di Malaysia dalam setahun. "Peluang inilah yang harus kita ambil agar petani sebagai produsen jagung mendapat keuntungan dari usaha taninya," jelas Agung.

Sementara arahan Gubernur NTB sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan ekspor 11.500 Ton Jagung ke Philipina. Gubernur mengucapkan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh petani yang ada di Kab. Sumbawa karena dengan ikhtiar dan kerja keras para petani mulai dari ujung Pulau Lombok sampai Ujung Pulau Sumbawa atas jerih payah dan apresiasinya bahwa produksi jagung tahun 2018 meningkat mencapai 1 juta ton bila dibandingkan tahun-tahun yang sebelumnya.  ekspor jagung merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada petani dan pihak-pihak terkait lainnya yang telah bekerja keras. "Dengan ekspor ini, diharapkan kesejahteraan petani meningkat sehingga bergairah dalam berusahatani. Jangan sampai produksi berlimpah tetapi harganya merugikan. Dengan ekspor ini, jelas akan menguntungkan dan menggairahkan petani," kata Zainul  (HUMAS TP)

Google+
informasi lain