Balai Besar PPMBTPH gelar Inhouse Training Nucleic Acid Benih Padi

Senin, 08 April 2019

Thumbnails
Thumbnails

Balai Besar Pengembangan Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (Balai Besar PPMB-TPH) pada tanggal 18 s.d 20 Februari 2019 telah menyelenggarakan kegiatan Inhouse Training Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) Benih Padi. Bersinergi dengan Badan Litbang Pertanian - BB Biogen, dengan harapan menambah kompetensi fungsional PBT yang menjadi ujung tombak pemberi rekomendasi mutu benih tanaman di Indonesia.
Balai Besar PPMB-TPH mempunyai tugas dan fungsi sebagai laboratorium pengembangan metode pengujian mutu benih, yang sangat relevan sebagai tempat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman terkait dengan pengujian mutu benih, baik Tanaman Pangan maupun Hortikultura. Balai Besar PPMB-TPH selain sebagai laboratorium pengujian mutu benih, juga merupakan laboratorium acuan bagi Laboratorium Negeri dan Swasta karena sudah menerapkan sistem manajemen mutu SNI ISO/IEC 17025:2008 dan telah mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) serta telah mendapatkan pengakuan Internasional melalui International Seed Testing Association (ISTA).


Pelaksanaan Inhouse Training Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) Benih Padi di Balai Besar PPMB-TPH ini dilaksanakan selama tiga hari tanggal 18 sd 20 Februari 2019, bertujuan:
Meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan bagi Pengawas Benih Tanaman (PBT) dalam menghadapi perkembangan perbenihan sesuai undang-undang maupun peraturan yang berlaku;
Meningkatkan Kemampuan Pengawas Benih Tanaman (PBT) untuk melakukan pengujian kemurnian genetik agar mampu melakukan uji DNA secara molekuler.

Inhouse Training ini diikuti oleh 25 orang yang berasal dari Pengawas Benih Tanaman (PBT) Direktorat Perbenihan dan Pengawas Benih Tanaman (PBT) Balai Besar PPMB-TPH.
Pada kegiatan tersebut peserta diberikan materi secara teori dan praktek dengan narasumber yang kompeten sesuai bidang tugasnya, yang berasal dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen), dari kelompok fungsional peneliti biologi molekuler yaitu Dr. Tri Joko Santoso dan Dr. Reflinur sedangkan peneliti biologi sel dan jaringan yaitu Dr. Drs. Saptowo Jumali Pardal, MS.

Materi teori Inhouse Training antara lain: Pengenalan Struktur Genom Tanaman dan Marka Genetik; Pengenalan Marka Molekuler dan Marka Berbasis DNA; Pengenalan Somatic Embriogenesis pada Kedelai/Ubi Jalar dan Pisang; Teori Dasar Isolasi DNA; Teori Dasar analisis PCR & Elektroforesis dan Pengenalan perangkat lunak (software) analisis data molekuler. Sedangkan materi praktikum antara lain: Preparasi Isolat DNA-Penyiapan Buffer Ekstraksi, Pelabelan; Isolasi DNA Tanaman; Cek Hasil Isolasi DNA dan Pengenceran DNA; Preparasi Reaksi PCR-RAPD dan SSR; Elektroforesis produk PCR SSR Poliakrilamid; elektroforesis produk PCR RAPD-Gel Agarosa; Analisis Data dan Interpretasi; Skoring Hasil Elektroforesis.

Dengan telah dilaksanakannya inhouse training tersebut, diharapkan para peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pengujian kemurnian genetik sehingga mampu melakukan uji DNA secara melekuler.

Google+
Thumbnails
Thumbnails

Balai Besar Pengembangan Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (Balai Besar PPMB-TPH) pada tanggal 18 s.d 20 Februari 2019 telah menyelenggarakan kegiatan Inhouse Training Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) Benih Padi. Bersinergi dengan Badan Litbang Pertanian - BB Biogen, dengan harapan menambah kompetensi fungsional PBT yang menjadi ujung tombak pemberi rekomendasi mutu benih tanaman di Indonesia.
Balai Besar PPMB-TPH mempunyai tugas dan fungsi sebagai laboratorium pengembangan metode pengujian mutu benih, yang sangat relevan sebagai tempat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman terkait dengan pengujian mutu benih, baik Tanaman Pangan maupun Hortikultura. Balai Besar PPMB-TPH selain sebagai laboratorium pengujian mutu benih, juga merupakan laboratorium acuan bagi Laboratorium Negeri dan Swasta karena sudah menerapkan sistem manajemen mutu SNI ISO/IEC 17025:2008 dan telah mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) serta telah mendapatkan pengakuan Internasional melalui International Seed Testing Association (ISTA).


Pelaksanaan Inhouse Training Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) Benih Padi di Balai Besar PPMB-TPH ini dilaksanakan selama tiga hari tanggal 18 sd 20 Februari 2019, bertujuan:
Meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan bagi Pengawas Benih Tanaman (PBT) dalam menghadapi perkembangan perbenihan sesuai undang-undang maupun peraturan yang berlaku;
Meningkatkan Kemampuan Pengawas Benih Tanaman (PBT) untuk melakukan pengujian kemurnian genetik agar mampu melakukan uji DNA secara molekuler.

Inhouse Training ini diikuti oleh 25 orang yang berasal dari Pengawas Benih Tanaman (PBT) Direktorat Perbenihan dan Pengawas Benih Tanaman (PBT) Balai Besar PPMB-TPH.
Pada kegiatan tersebut peserta diberikan materi secara teori dan praktek dengan narasumber yang kompeten sesuai bidang tugasnya, yang berasal dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen), dari kelompok fungsional peneliti biologi molekuler yaitu Dr. Tri Joko Santoso dan Dr. Reflinur sedangkan peneliti biologi sel dan jaringan yaitu Dr. Drs. Saptowo Jumali Pardal, MS.

Materi teori Inhouse Training antara lain: Pengenalan Struktur Genom Tanaman dan Marka Genetik; Pengenalan Marka Molekuler dan Marka Berbasis DNA; Pengenalan Somatic Embriogenesis pada Kedelai/Ubi Jalar dan Pisang; Teori Dasar Isolasi DNA; Teori Dasar analisis PCR & Elektroforesis dan Pengenalan perangkat lunak (software) analisis data molekuler. Sedangkan materi praktikum antara lain: Preparasi Isolat DNA-Penyiapan Buffer Ekstraksi, Pelabelan; Isolasi DNA Tanaman; Cek Hasil Isolasi DNA dan Pengenceran DNA; Preparasi Reaksi PCR-RAPD dan SSR; Elektroforesis produk PCR SSR Poliakrilamid; elektroforesis produk PCR RAPD-Gel Agarosa; Analisis Data dan Interpretasi; Skoring Hasil Elektroforesis.

Dengan telah dilaksanakannya inhouse training tersebut, diharapkan para peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pengujian kemurnian genetik sehingga mampu melakukan uji DNA secara melekuler.

Google+
informasi lain