MUSIM KEMARAU, PETANI JAGUNG TUBAN MALAH MERAUP KEUNTUNGAN 2 KALI LIPAT

Jum'at, 08 November 2019

Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Tuban (07/11/2019) Kementerian Pertanian (Kementan) RI bersama Bupati  dan Wakil Bupati Tuban melakukan Panen dan Tanam Pilot Project Pengembangan Kawasan Jagung Perbenihan Berbasis Korporasi Petani, di Desa Kebonharjo, Jatirogo seluas    21,3 Ha Varietas Nasa 29.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Kepala Puslitbangtan, Kepala Balitser Maros, perwakilan dari BPPSDMP (Kepala BPP Malang), Dandim 0811/Tuban, Kadistan Tuban, Kepala BPTP Jatim, perwakilan Ditjen PSP, Dinas Provinsi, PBT, IWAPI, petani jagung dan warga sekitar.

Dalam sambutannya, Direktur Perbenihan, Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI, Mohammad Takdir Mulyadi menyampaikan bahwa Kabupaten Tuban akan dikembangkan menjadi sentra perbenihan jagung hibrida di Jawa Timur bahkan nasional. "Impian ke depan berorientasi ekspor hingga ke luar negeri dan mampu menghasilkan devisa " ungkapnya.

Tujuan kegiatan ini adalah menyiapkan ketersediaan benih jagung nasional yang terus meningkat. Kementan akan membantu dukungan sarana prasarana pendukung korporasi serta pendampingan pembentukan kelembagaan korporasi petani. Hal ini akan di evaluasi dan berlanjut dengan garansi 3 tahun dengan menerapkan zero tolerance. Berbagai kebijakan dan program kerja yang dikembangkan bertujuan meningkatkan nilai tambah petani dan mensejahterakan petani menjadi penangkar yang mandiri yang dikelola dengan kelembagaan koperasi tani, imbuhnya.

Keberhasilan di Kabupaten Tuban ini merupakan harmonisasi dari beberapa pihak yang mendukung kegiatan ini mulai dari balitbangtan dalam penyediaan benih (Balitmaros), Dit. Benih (benih, pupuk, pestisida), alsintan (pompa dan pasca panen), serta pendampingan kelembagaan korporasi petani serta dukungan Dinas Provinsi/Kabupaten, BPSB dan BPTP. Keberhasilan Kab. Tuban ini akan menjadi percontohan dan menginisiasi bagi daerah lain yang ingin mengembangkan perbenihan jagung hibrida, tambah Takdir.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Tuban, Fathul Huda menyampaikan rasa syukur dan terima kasih bisa panen bersama dengan Kementan benih jagung hibrida serta kabupaten Tuban terpilih sebagai pilot project pengembangan kawasan jagung perbenihan berbasis korporasi petani. Hal tersebut mendukung upaya Pemkab Tuban dalam rangka pengembangan pertanian sekaligus pelaksanaan ketahanan pangan yang merupakan wujud penerapan ketahanan nasional.

Bupati juga mengucapkan selamat kepada Kelompoktani Kec. Jatirogo yang telah berhasil melaksanakan panen benih jagung hibrida. Panen benih jagung hibrida ini, merupakan wujud nyata impian 8 tahun yang lalu atas gagasan LMDH kepada Bupati agar Tuban menjadi pusat perbenihan jagung hibrida. Terlebih Kementan melakukan pendampingan alih inovasi teknologi sehingga bisa dikembangkan petani secara terus menerus.

Dijelaskan oleh Bupati, potensi luas tanam jagung tahun 2019 Kabupaten Tuban mencapai 113 ha dari target 107 ha dengan panen 623 ribu ton. Tidak hanya itu, produksi jagung surplus hingga 65 persen. Capaian tersebut hasil adopsi berbagai kemajuan teknologi pertanian.

Bupati Huda berharap adanya perusahaan pengelola hasil pertanian di kabupaten Tuban. Sehingga mampu menyerap hasil pertanian seperti jagung, padi, maupun holtikultura lainnya serta menyerap tenaga kerja di Kabupaten Tuban.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Haris Syahbuddin menyampaikan selamat kepada Petani Tuban, bahwa di beberapa daerah di musim kemarau tidak bisa tanam, di Tuban justru panen benih jagung. Dan menghasilkan rata-rata 4 ton dengan harga benih sekitar Rp. 35.000. Harapan ke depan, apabila nantinya petani dapat mengelola bisnisnya secara mandiri, maka  petani akan dapat keuntungan sendiri sekitar 140 juta.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur bahwa pengembangan benih di Tuban didukung oleh pendampingan dari lembaga atau badan Litbang yang sudah berstandar Pusat Unggulan Inovasi (PUI). Benih-benih yang dikembangkan telah memiliki lisensi, unggulan dan keterjaminan mutu produk teknologi secara nasional dan internasional.

Haris juga menyampaikan pengembangan pertanian harus digerakkan oleh semua pihak stake holder. Balitbangtan siap mendukung dalam pendampingan pengembangan benih jagung di Kabupaten Tuban, harapannya Tuban terus berkembang menjadi sentra benih yang lebih besar lagi.

Pada acara yang sama, Kasmudji ketua Kelompoktani Marsudi Tani Desa Kebonharjo, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban menceritakan rasa syukurnya bahwa di musim kemarau musim tanam (MT) III, justru bisa panen benih jagung hibrida varietas Nasa 29 dengan produksi mencapai 3,5 - 6 ton per ha tongkol kering sawah dengan maraup keuntungan harga calon benih 2 kali lipat dari harga tanam konsumsi. Ia mengaku, dulu banyak dicemooh kalau tanam benih jagung tidak akan berhasil karena banyak yang tidak jadi benih dan merugi. Namun setelah saat ini ada pendampingan dari Kementan, dan dirakan keberhasilnya, maka banyak petani lain yang terinisiasi akan menanam benih jagung hibrida. Bahkan dari luasan tahap pertama 89,6 ha seluruh Kabupaten Tuban berkembang total seluas 400 ha. 

Kendala yang dihadapi di musim kemarau, daerah tersebut sangat kekurangan air dan meminta bantuan kepada Kementan bantuan pompa dan sumur bor serta adanya pendampingan dari semua pihak yang terkait. Harapannya ke depan dapat menjadi petani penangkar jagung hibrida yang handal dan bisa mandiri, imbuhnya.

Google+
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Tuban (07/11/2019) Kementerian Pertanian (Kementan) RI bersama Bupati  dan Wakil Bupati Tuban melakukan Panen dan Tanam Pilot Project Pengembangan Kawasan Jagung Perbenihan Berbasis Korporasi Petani, di Desa Kebonharjo, Jatirogo seluas    21,3 Ha Varietas Nasa 29.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Kepala Puslitbangtan, Kepala Balitser Maros, perwakilan dari BPPSDMP (Kepala BPP Malang), Dandim 0811/Tuban, Kadistan Tuban, Kepala BPTP Jatim, perwakilan Ditjen PSP, Dinas Provinsi, PBT, IWAPI, petani jagung dan warga sekitar.

Dalam sambutannya, Direktur Perbenihan, Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI, Mohammad Takdir Mulyadi menyampaikan bahwa Kabupaten Tuban akan dikembangkan menjadi sentra perbenihan jagung hibrida di Jawa Timur bahkan nasional. "Impian ke depan berorientasi ekspor hingga ke luar negeri dan mampu menghasilkan devisa " ungkapnya.

Tujuan kegiatan ini adalah menyiapkan ketersediaan benih jagung nasional yang terus meningkat. Kementan akan membantu dukungan sarana prasarana pendukung korporasi serta pendampingan pembentukan kelembagaan korporasi petani. Hal ini akan di evaluasi dan berlanjut dengan garansi 3 tahun dengan menerapkan zero tolerance. Berbagai kebijakan dan program kerja yang dikembangkan bertujuan meningkatkan nilai tambah petani dan mensejahterakan petani menjadi penangkar yang mandiri yang dikelola dengan kelembagaan koperasi tani, imbuhnya.

Keberhasilan di Kabupaten Tuban ini merupakan harmonisasi dari beberapa pihak yang mendukung kegiatan ini mulai dari balitbangtan dalam penyediaan benih (Balitmaros), Dit. Benih (benih, pupuk, pestisida), alsintan (pompa dan pasca panen), serta pendampingan kelembagaan korporasi petani serta dukungan Dinas Provinsi/Kabupaten, BPSB dan BPTP. Keberhasilan Kab. Tuban ini akan menjadi percontohan dan menginisiasi bagi daerah lain yang ingin mengembangkan perbenihan jagung hibrida, tambah Takdir.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Tuban, Fathul Huda menyampaikan rasa syukur dan terima kasih bisa panen bersama dengan Kementan benih jagung hibrida serta kabupaten Tuban terpilih sebagai pilot project pengembangan kawasan jagung perbenihan berbasis korporasi petani. Hal tersebut mendukung upaya Pemkab Tuban dalam rangka pengembangan pertanian sekaligus pelaksanaan ketahanan pangan yang merupakan wujud penerapan ketahanan nasional.

Bupati juga mengucapkan selamat kepada Kelompoktani Kec. Jatirogo yang telah berhasil melaksanakan panen benih jagung hibrida. Panen benih jagung hibrida ini, merupakan wujud nyata impian 8 tahun yang lalu atas gagasan LMDH kepada Bupati agar Tuban menjadi pusat perbenihan jagung hibrida. Terlebih Kementan melakukan pendampingan alih inovasi teknologi sehingga bisa dikembangkan petani secara terus menerus.

Dijelaskan oleh Bupati, potensi luas tanam jagung tahun 2019 Kabupaten Tuban mencapai 113 ha dari target 107 ha dengan panen 623 ribu ton. Tidak hanya itu, produksi jagung surplus hingga 65 persen. Capaian tersebut hasil adopsi berbagai kemajuan teknologi pertanian.

Bupati Huda berharap adanya perusahaan pengelola hasil pertanian di kabupaten Tuban. Sehingga mampu menyerap hasil pertanian seperti jagung, padi, maupun holtikultura lainnya serta menyerap tenaga kerja di Kabupaten Tuban.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Haris Syahbuddin menyampaikan selamat kepada Petani Tuban, bahwa di beberapa daerah di musim kemarau tidak bisa tanam, di Tuban justru panen benih jagung. Dan menghasilkan rata-rata 4 ton dengan harga benih sekitar Rp. 35.000. Harapan ke depan, apabila nantinya petani dapat mengelola bisnisnya secara mandiri, maka  petani akan dapat keuntungan sendiri sekitar 140 juta.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur bahwa pengembangan benih di Tuban didukung oleh pendampingan dari lembaga atau badan Litbang yang sudah berstandar Pusat Unggulan Inovasi (PUI). Benih-benih yang dikembangkan telah memiliki lisensi, unggulan dan keterjaminan mutu produk teknologi secara nasional dan internasional.

Haris juga menyampaikan pengembangan pertanian harus digerakkan oleh semua pihak stake holder. Balitbangtan siap mendukung dalam pendampingan pengembangan benih jagung di Kabupaten Tuban, harapannya Tuban terus berkembang menjadi sentra benih yang lebih besar lagi.

Pada acara yang sama, Kasmudji ketua Kelompoktani Marsudi Tani Desa Kebonharjo, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban menceritakan rasa syukurnya bahwa di musim kemarau musim tanam (MT) III, justru bisa panen benih jagung hibrida varietas Nasa 29 dengan produksi mencapai 3,5 - 6 ton per ha tongkol kering sawah dengan maraup keuntungan harga calon benih 2 kali lipat dari harga tanam konsumsi. Ia mengaku, dulu banyak dicemooh kalau tanam benih jagung tidak akan berhasil karena banyak yang tidak jadi benih dan merugi. Namun setelah saat ini ada pendampingan dari Kementan, dan dirakan keberhasilnya, maka banyak petani lain yang terinisiasi akan menanam benih jagung hibrida. Bahkan dari luasan tahap pertama 89,6 ha seluruh Kabupaten Tuban berkembang total seluas 400 ha. 

Kendala yang dihadapi di musim kemarau, daerah tersebut sangat kekurangan air dan meminta bantuan kepada Kementan bantuan pompa dan sumur bor serta adanya pendampingan dari semua pihak yang terkait. Harapannya ke depan dapat menjadi petani penangkar jagung hibrida yang handal dan bisa mandiri, imbuhnya.

Google+
informasi lain