GERAKAN TURUN KE SAWAH DI KAB. PIDIE, ACEH

Jum'at, 22 Januari 2016

Thumbnails

Aceh. (15/12) Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, (Hasil Sembiring) di dampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi  Aceh (Dermawan), Wakil Bupati Pidie (M. Iriawan), Kodam Iskandar Muda, Kapolres Kab. Pidie, Kodim 0102 Pidie, Ketua PERHIPTANI Pusat, Kepala Dinas Pertanian Prov. Aceh, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Pidie, Kepala BKP-Luh Prov. Aceh, BPTP Prov. Aceh, BPPKP Kab. Pidie, serta Camat Simpang Tiga melakukan Gerakan Turun Ke Sawah Serentak di Kab. Pidie, pada Selasa, 15 Desember 2015, di Gampong Mesjid Bungie Kec. Simpang Tiga Kabupaten Pidie, Aceh

Potensi wilayah Kabupaten Pidie berdasarkan data SP lahan BPS 2014 memiliki luas lahan sebesar  356.215 ha dengan sasaran padi tahun 2015 : tanam 48.702 ha, panen 46.267 ha, produktivitas 56,36 ku/ha dan produksi 260.762 ton.

Gerakan turun ke sawah yang dilakukan di Kabupaten Pidie ini merupakan pendampingan Kementerian Pertanian terhadap binaan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI)  Aceh, dengan menggunakan penanaman padi sistim jajar legowo 2:1, diharapkan model penanaman ini untuk lebih meningkatkan lagi produksi padi.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Kabupaten Pidie, M. Iriawan mengatakan “bahwa Kabupaten Pidie sudah dikenal sebagai daerah lumbung pangan kedua terbesar di Aceh, yaitu sebagai sentra produksi pangan di Aceh”

“Untuk itu kami berharap kepada Bapak Dirjen, Bapak Gubernur dan Bapak Pangdam Iskandar Muda agar dapat terus membantu program-program kami ini, khususnya dibidang pertanian dan ketahanan pangan” ujarnya

Untuk membantu kegiatan dan program tahun 2015 di Kabupaten Pidie, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan dukungan dana, benih dan alat mesin pertanian berupa padi hibrida pola non kawasan 2000 ha, penangkar benih padi 50 ha, RJIT refocusing 4000 ha, RJIT upsus 15.500 ha, optimasi lahan refocusing 2000 ha, optimasi lahan upsus 3000 ha, SRI 1000 ha, jagung hibrida APBN-P 190 ha, kedelai non kawasan 3000 ha,  combine harvester 4 unit, traktor roda dua 12 unit, pompa air 15 unit, power threser 10 unit dan vertikal dryer padi dan bangunan 1 unit dengan sumber dana dari APBN.

Dalam sambutannya Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Hasil Sembiring mengatakan “berharap kepada semua istansi terkait dan juga TNI, penyuluh, serta petani, tentunya petani sebenarnya karena apapun yang kita sampaikan kalau petaninya tidak mau menanam ya tidak juga ada gunanya, makanya saya ucapkan sekali lagi selamat dan terima kasih kepada petani”, ujarnya

  Hasil Sembiring menambahkan “Alasan utama kenapa kita harus tingkatkan produksi baik padi, jagung dan kedelai adalah karena memang penduduk kita terus bertambah setiap tahunnya, kita juga ingin berdaulat pangan, kita ingin produksi itu dihasilkan didalam negeri dan kita ingin menciptakan ekonomi bagus, itulah alasan-alasan utamanya. (Humas TP)

Google+
Thumbnails

Aceh. (15/12) Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, (Hasil Sembiring) di dampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi  Aceh (Dermawan), Wakil Bupati Pidie (M. Iriawan), Kodam Iskandar Muda, Kapolres Kab. Pidie, Kodim 0102 Pidie, Ketua PERHIPTANI Pusat, Kepala Dinas Pertanian Prov. Aceh, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Pidie, Kepala BKP-Luh Prov. Aceh, BPTP Prov. Aceh, BPPKP Kab. Pidie, serta Camat Simpang Tiga melakukan Gerakan Turun Ke Sawah Serentak di Kab. Pidie, pada Selasa, 15 Desember 2015, di Gampong Mesjid Bungie Kec. Simpang Tiga Kabupaten Pidie, Aceh

Potensi wilayah Kabupaten Pidie berdasarkan data SP lahan BPS 2014 memiliki luas lahan sebesar  356.215 ha dengan sasaran padi tahun 2015 : tanam 48.702 ha, panen 46.267 ha, produktivitas 56,36 ku/ha dan produksi 260.762 ton.

Gerakan turun ke sawah yang dilakukan di Kabupaten Pidie ini merupakan pendampingan Kementerian Pertanian terhadap binaan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI)  Aceh, dengan menggunakan penanaman padi sistim jajar legowo 2:1, diharapkan model penanaman ini untuk lebih meningkatkan lagi produksi padi.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Kabupaten Pidie, M. Iriawan mengatakan “bahwa Kabupaten Pidie sudah dikenal sebagai daerah lumbung pangan kedua terbesar di Aceh, yaitu sebagai sentra produksi pangan di Aceh”

“Untuk itu kami berharap kepada Bapak Dirjen, Bapak Gubernur dan Bapak Pangdam Iskandar Muda agar dapat terus membantu program-program kami ini, khususnya dibidang pertanian dan ketahanan pangan” ujarnya

Untuk membantu kegiatan dan program tahun 2015 di Kabupaten Pidie, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan dukungan dana, benih dan alat mesin pertanian berupa padi hibrida pola non kawasan 2000 ha, penangkar benih padi 50 ha, RJIT refocusing 4000 ha, RJIT upsus 15.500 ha, optimasi lahan refocusing 2000 ha, optimasi lahan upsus 3000 ha, SRI 1000 ha, jagung hibrida APBN-P 190 ha, kedelai non kawasan 3000 ha,  combine harvester 4 unit, traktor roda dua 12 unit, pompa air 15 unit, power threser 10 unit dan vertikal dryer padi dan bangunan 1 unit dengan sumber dana dari APBN.

Dalam sambutannya Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Hasil Sembiring mengatakan “berharap kepada semua istansi terkait dan juga TNI, penyuluh, serta petani, tentunya petani sebenarnya karena apapun yang kita sampaikan kalau petaninya tidak mau menanam ya tidak juga ada gunanya, makanya saya ucapkan sekali lagi selamat dan terima kasih kepada petani”, ujarnya

  Hasil Sembiring menambahkan “Alasan utama kenapa kita harus tingkatkan produksi baik padi, jagung dan kedelai adalah karena memang penduduk kita terus bertambah setiap tahunnya, kita juga ingin berdaulat pangan, kita ingin produksi itu dihasilkan didalam negeri dan kita ingin menciptakan ekonomi bagus, itulah alasan-alasan utamanya. (Humas TP)

Google+
informasi lain