BERITA TERKINI
Ralat Pengumuman inpassing PBT 2017 bisa diakses pada halaman pengumuman   rekrutmen CPNS lingkup Kementerian pertanian tahun 2017 bisa di akses pada link http://cpns.pertanian.go.id/   aplikasi e-Perlintan sudah dapat di Download   5 Juli 2017 Dirjen TP, Dandim 0509/Kab Bekasi dan Bupati Kab. Bekasi melakukan Percepatan Tanam Padi di Desa Suka Karya   Selamat Hari Raya Idul Fitri 1348 H   TIm Direktorat Perlindungan TP berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Prov. NTT mengatasi hama Belalang di SUmba Timur   Kunjungi Stand Ditjen TP pada acara Penas di Prov. Aceh tanggal 6-11 Mei 2017   Mentan: "Kunci menghentikan impor Beras dengan LTT Padi dan SERGAP"    Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Budidaya Jagung 2017 dapat di Download pada menu Pengumuman   16 - 18 Pebruari 2017 di The Sunan Hotel Solo, Ditjen TP Melaksanakan Pemantapan Program dan Kegiatan Tahun 2017   
Hari ini : 24-10-2017

Update : Senin, 21 November 2016, 08:40:33     Dilihat : 414 kali
Placeholder

Salah satu hambatan produktivitas pada lahan sawah irigasi adalah serangan hama dan penyakit utama. Serangan hama utama seperti penggerek batang, wereng, dan tikus sering menyebabkan kerugian secara ekonomi. Salah satu spesies hama padi potensial yang sering mengalami eksplosi adalah ulat grayak. Serangannya yang tiba-tiba dalam jumlah besar dapat menggagalkan hasil panen. Hama potensial seperti ulat grayak, Mythimna separata (Lepidoptera, Noctuidae) yang serangannya mendadak dan dalam jumlah besar, juga sering menyebabkan puso ( Kartohardjono, A. dan Arifin, M. 2004).  Luas serangan ulat gayak pada tahun 1990 mencapai areal 20.890 ha (Direktorat Bina Perlintan, 1994).

Ulat grayak dikenal dengan  nama latin Leucania spp dan Spodoptera spp.  Ulat  "grayak" ini menyerang tanaman padi pada semua stadia. Serangan terjadi pada malam hari  dan siang harinya, larva ulat "grayak" bersembunyi pada pangkal tanaman, dalam tanah atau di tempat-tempat yang tersembunyi.(Siti Nurjanah, 2010).

 

 

spodoptera exempta

Pada tanaman yang telah membentuk malai, ulat "grayak" kadang-kadang memotong tangkai malai, bahkan ulat "grayak" ini juga menyerang padi yang sudah mulai menguning . Batang padi yang mulai menguning itu membusuk dan mati yang akhirnya menyebabkan kegagalan panen.

Serangga ini didapatkan pada pertanaman padi. Walaupun demikian, serangga ini juga menyerang jagung, tebu, sayuran crucifera dan spesies Graminae. Ulat yang kecil makan daun-daun padi yang berumur muda, yang untuk pertama kali dengan menggigit permukaan daun. Setelah ulat-ulat tumbuh besar, maka mereka menjadi sangat rakus dan menghancurkan seluruh tanaman dalam waktu yang relative singkat, sebelum berpindah ke daerah lain. (Edo el Frado. 2010)

.

.

.

.

 

 

 gejala grayak

Pada tahun 1980 di beberapa daerah di Jawa Barat dilaporkan terjadi  serangan ulat grayak pada padi mengakibatkan puso di daerah Bekasi dan jagung di daerah Bogor, sedangkan di daerah Kuningan, Tasikmalaya, dan Subang, serangannya relatif ringan. Tahun 1987, 2006, 2007 di provinsi Banten, tahun 1990 di Kuningan dan Tasikmalaya dan masih banyak daerah yang melaporkan tanaman padi terserang ulat grayak, diantaranya : Nusa Tenggara Barat (2010), Wonogiri (2010), Indramayu (2009), Baritokuala (2009), dan lain-lain.

Terjadinya serangan di beberapa daerah tersebut secara tiba-tiba tanpa diketahui populasi awal. Hal tersebut akibat tingkat pengetahuan tentang ulat grayak pada padi masih sangat terbatas, baik itu tentang bioekologi, habitat, perilaku, siklus hidup dan factor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya, sehingga tidak tidak diketahui waktu yang tepat dalam upaya pengendaliannya.

.

.

.

.

 

 

 

serangan grayak

Data pengamatan di analisis dengan statistik multivariat factorial. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap perkembangan ulat grayak adalah pengairan petak, keadaan lingkungan, kontur, sistem pengairan. Faktor – faktor tersebut  berkorelasi positif, berarti semakin tinggi skor dari masing-masing faktor, semakin tinggi pengaruhnya terhadap perkembangan ulat grayak. Faktor-faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap perkembangan ulat grayak adalah keadaan perairan petak yang kering, keadaan lingkungan yang kompleks, cucurah dan tadah hujan.

Ulat grayak yang menyerang tanaman padi di daerah kajian adalah Spodoptera exempta dan Spodoptera mauritia. Populasi ulat grayak tertinggi ditemukan pada padi fase generatif (pembentukan malai dan masak susu) dengan kondisi larva pada kondisi instar tua dan pra pupa. Vegetasi yang diduga menjadi inang perantara adalah jenis rumput-rumputan.

 

 

Laporan akhir pengembangan teknologi pengamatan Identifikasi faktor – faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan ulat grayak pada tanaman padi dapat didownload disini!

catatan :permintaan password dengan mengirimkan email ke

bbpopt@gmail.com cc kanggoa@yahoo.com

dengan mencantumkan nama, instansi dan keperluan dokumen

Pencarian :
AGENDA


PENGUMUMAN