Jl. AUP No. 3 Pasar Minggu,
Jakarta Selatan 12520,
Provinsi DKI Jakarta

(021) 7824 669

ID EN
Logo

Kementerian Pertanian

Direktorat Jenderal
Tanaman Pangan

7

MENINGKATKAN MINAT KELOMPOK TANI TANI SENTOSA DALAM MENGEMBANGKAN PRODUKSI BENIH PADI HIBRIDA MELALUI PENGEMBANGAN PETANI PRODUSEN BENIH TANAMAN PANGAN (P2BTP)

Padi merupakan komoditas utama yang strategis bagi Indonesia, seiring dengan bertambahnya penduduk maka kebutuhan padi terus meningkat dari tahun ke tahun. Sementara itu dengan adanya kecenderungan terjadinya alih fungsi lahan sawah, maka luas tanam padi juga semakin berkurang dari tahun ke tahun. 


Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang semakin meningkat, perlu upaya peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas. Salah satu upaya untuk peningkatan produktivitas dapat ditempuh melalui penggunaan teknologi hibrida. Padi hibrida yang merupakan tanaman F1 hasil persilangan antara GMJ (A) dengan galur pemulih kesuburan (R) hanya dapat ditanam satu kali. 


Pengembangan padi hibrida memiliki potensi peningkatan produksi padi Satoto menjelaskan bahwa padi hibrida berdaya hasil 15-20% lebih tinggi dari padi inbrida karena adanya sifat heterosis pada populasi F1. Pengembangan teknologi padi hibrida secara komersial tergantung pada kemampuan untuk memproduksi benih. Hal yang paling penting dalam memproduksi benih F1 hibrida adalah sinkronisasi pembungaan antara tetua jantan dan tetua R. Sinkronisasi pembungaan memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilan produksi F1 hibrida, kegagalan dalam mencapai sinkronisasi pembungaan berarti kegagalan dalam memproduksi F1 padi hibrida.

Satoto  menjelaskan beberapa faktor yang mutlak harus diperhatikan dalam produksi benih padi hibrida antara lain pemilihan lokasi yang tepat, yaitu bersih dari benih-benih tanaman lain, bukan daerah endemik hama dan penyakit utama, tanah subur, cukup air, mempunyai sistem irigasi dan drainasi yang baik, dan tingkat keseragaman (homogenitas) tanah yang tinggi. Selain itu, kondisi cuaca yang optimum seperti suhu harian 20-30oC, kelembaban relatif + 80%, sinar matahari cukup, dan tidak ada hujan selama masa berbunga (penyerbukan). 

Kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman Pangan (P3BTP) merupakan kegiatan padat karya dengan memberdayakan kelompok tani sebagai penangkar benih. Kelompok tani pelaksana bermitra dengan produsen benih (off-taker) yang akan meng-opkup calon benih yang dihasilkan oleh kelompok tani. Dengan memberdayakan kelompok tani setempat menjadi produsen benih dan diberi fasilitas bantuan Pemerintah berupa bantuan sarana produksi, diharapkan benih yang diproduksi dapat mengatasi permasalahan penyediaan benih di suatu lokasi. Tentunya kelompok tani harus menjalankan usaha bersama secara kolektif dalam suatu Korporasi Petani. Korporasi Petani adalah kelembagaan ekonomi petani berbadan hukum berbentuk koperasi atau badan hukum lain dengan sebagian besar kepemilikan modal dimiliki oleh petani. Kelembagaan petani yang efektif ini diharapkan mampu mendukung pelaksanaan produksi benih insitu melalui program pengembangan perbenihan berbasis korporasi petani.  


 Salah satu lokasi pengembangan produksi benih padi hibrida berada di wilayah Kabupaten Ngawi dan sesuai prosedur penetapan penerima bantuan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi menetapkan kelompok tani “Tani Sentosa” dapat melaksanakan pengembangan produksi benih padi hibrida melalui kegiatan P3BTP. Diharapkan ke depannya kelompok tani “Tani Sentosa” sebagai contoh untuk kelompok tani lainnya memiliki minat yang sama dalam mengembangkan produksi benih padi hibrida yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi dibanding budidaya padi inbrida, demikian penjelasan Hasan Zuma dari Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi.

  

Kelompok tani Tani Sentosa yang diketuai oleh Suyatno berlokasi di Desa Paron, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, mengembangkan produksi benih padi hibrida varietas Hipa 21 seluas 9 ha. Dari awal tanam sampai panen kondisinya baik dan selalu ada pendampingan dari Pengawas Benih Tanaman Kabupaten Ngawi dalam proses sertifikasi benih. Panen dilakukan pada minggu ke III bulan Agustus 2021 dan hasil calon benih F1 + 6.610 kg. Walaupun hasilnya belum optimal, pak Suyatno dan anggota kelompok tani tetap berminat mengembangkan produksi benih padi hibrida secara swadana yang bekerjasama dengan produsen benih.   



Penulis : 1. Ir. Purwancaturita Maryani, MM (PBT Ahli Madya) 

               2. Achmad, SP (PBT Ahli Muda)

     


WhatsApp


Email


Jam Pelayanan

Hari Kerja
08:00 s/d 16:00