Jl. AUP No. 3 Pasar Minggu,
Jakarta Selatan 12520,
Provinsi DKI Jakarta

(021) 7824 669

ID EN
Logo

Kementerian Pertanian

Direktorat Jenderal
Tanaman Pangan

7

PANEN PERDANA CALON BENIH PADI HIBRIDA VARIETAS HIPA 21 MELALUI PENGEMBANGAN PETANI PRODUSEN BENIH TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH

Kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman Pangan (P3BTP) merupakan kegiatan padat karya dengan memberdayakan kelompok tani sebagai penangkar benih. Kelompok tani pelaksana bermitra dengan produsen benih (off-taker) yang akan meng-opkup calon benih yang dihasilkan oleh kelompok tani. Dengan memberdayakan kelompok tani setempat menjadi produsen benih dan diberi fasilitas bantuan Pemerintah berupa bantuan sarana produksi, diharapkan benih yang diproduksi dapat mengatasi permasalahan penyediaan benih di suatu lokasi. 

Kegiatan usaha pertanian akan berhasil jika petani mempunyai kapasitas yang memadai. Untuk dapat mencapai produktivitas dan efisensi yang optimal, petani harus menjalankan usaha bersama secara kolektif dalam suatu kelembagaan petani. Kelembagaan petani yang efektif diharapkan mampu mendukung pelaksanaan pengembangan petani produsen benih tanaman pangan, antara lain komoditas padi hibrida.  


Padi hibrida semakin hari semakin banyak diminati dan dicari petani karena cocok ditanam di negara tropis seperti Indonesia dan hasil panennya juga lebih banyak dibandingkan dengan jenis padi inbrida. Hasil panen padi hibrida relative tinggi karena padi hibrida merupakan produk persilangan antara dua tetua padi yang berbeda secara genetik. Apabila tetua-tetua diseleksi secara tepat, maka hibrida turunannya akan memiliki vigor dan daya hasil yang lebih tinggi dari kedua tetua tersebut, terang Satoto yang sekaligus sebagai pemulia padi hibrida.   


Satoto menjelaskan beberapa faktor yang mutlak harus diperhatikan dalam produksi benih padi hibrida, antara lain pemilihan lokasi yang tepat, yaitu bersih dari benih-benih tanaman lain, bukan daerah endemik hama dan penyakit utama, tanah subur, cukup air, mempunyai sistem irigasi dan drainase yang baik dan tingkat keseragaman (homogenitas) tanah yang tinggi. Selain itu kondisi cuaca yang optimum seperti suhu harian berkisar 20-300C, kelembaban relative + 80%, sinar matahari cukup, dan tidak ada hujan selama masa berbunga (penyerbukan).

Salah satu lokasi pengembangan produksi benih padi hibrida berada di wilayah Kabupaten Rembang dan sesuai prosedur penetapan penerima bantuan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang menetapkan kelompok tani “Tani Geneng” dan “Harapan Abadi” dapat melaksanakan pengembangan produksi benih padi hibrida melalui kegiatan P3BTP. Diharapkan ke depannya kedua kelompok tani tersebut sebagai contoh untuk kelompok tani lainnya memiliki minat yang sama dalam mengembangkan produksi benih padi hibrida yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi dibanding budidaya padi inbrida, demikian penjelasan Suwandi dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang. Alasan menggunakan padi hibrida varietas Hipa 21, karena memiliki umur panen 113 hss, hasil rata-rata GKG 8,99 t/ha dengan potensi hasil 11,11 t/ha. Hibrida ini bereaksi agak tahan terhadap wereng coklat biotipe 1, memiliki ketahanan terhadap penyakit HDB terutama patotipe III pada fase vegetative, serta bereaksi agak tahan terhadap penyakit Blas ras 073. Selain itu potensi produksi benih F1 yang dapat dihasilkan adalah 1,2 - 2,94 t/ha. Hibrida ini juga memiliki mutu beras yang baik dengan tipe nasi pulen.


Kelompok tani Tani Geneng yang diketuai oleh Suwadi berlokasi di Desa Jinanten, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, mengembangkan produksi benih padi hibrida varietas Hipa 21 seluas 20 ha. Panen dilakukan secara bertahap dan calon benih F1 yang dihasilkan sebanyak + 37.580 kg. Sementara kelompok tani Harapan Abadi yang diketuai oleh Nurrozikin berlokasi di Desa Mrayun, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, mengembangkan produksi benih padi hibrida varietas Hipa 21 seluas 15 ha dan hasil calon benih F1 + 25.875 kg. Rata-rata hasil produksi dari kedua kelompok tani tersebut sebanyak 1,813 t/ha. 


Penulis: Ir. Purwancaturita Maryani, MM. (PBT Ahli Madya)              



WhatsApp


Email


Jam Pelayanan

Hari Kerja
08:00 s/d 16:00