Jl. AUP No. 3 Pasar Minggu,
Jakarta Selatan 12520,
Provinsi DKI Jakarta

(021) 7824 669

ID EN
Logo

Kementerian Pertanian

Direktorat Jenderal
Tanaman Pangan

7

Geliat Perbenihan Talas Beneng Komoditas Eksotis dari Kabupaten Pandeglang

Talas Banten atau yang dikenal juga sebagai talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) merupakan varietas unggul nasional asal Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 981/KH.540/C/10/2020, tanggal 13 Oktober 2020 tentang Pelepasan Calon Varietas Talas Beneng sebagai Varietas Unggul dengan nama Beneng.

Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Talas Beneng Kabupaten Pandeglang Ardi Maulana menjelaskan, permintaan untuk Daun Talas Beneng kering ke Australia dan Selandia baru mencapai 20 ton per bulan. "Sedangkan untuk permintaan produk umbi gaplek Talas Beneng sebanyak 40 ton ke India dan 50 ton ke Turki," jelasnya. Selain itu Kabupaten Pandeglang juga kebanjiran permintaan ekspor dari negara lain. Yaitu negara Malaysia berupa tepung talas sebanyak 50 ton per bulan. "Alhamdullilah di saat yang lain mengeluh dengan usahanya di masa masa sulit seperti ini, pasar kami masih terus mendapatkan permintaan dari negara negara lain," tambah Ardi. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi mengatakan, pihaknya menggenjot hasil budidaya talas beneng karena sudah menjadi komoditas ekspor andalan dan sudah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Pertanian. "Talas beneng memiliki nilai ekonomi yang tinggi daripada tanaman lainnya. Karena hasil dari tanaman ini tidak ada yang terbuang mulai dari akar sampai daunnya," jelas Budi. Ia yakin karena pemerintah pusat sudah menetapkan talas beneng ini di antara komoditas andalan untuk ekspor. Mulai dari tahun ini hingga lima tahun ke depan. "Bahkan berpeluang untuk bisa meningkatkan pendapatan petani karena seluruh bagian dari talas beneng ini sangat bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi," tambah Budi. Talas beneng adalah tanaman yang tidak mengenal musim, bahkan tanaman ini semula dianggap tanaman yang bisa membuat gatal-gatal. Hasil penelitian mengungkapkan tanaman dengan nama latin Xanthosoma undipes ini mempunyai kandungan yang sangat bermanfaat. 

Untuk bisa mendorong itu semua diperlukan benih yang bermutu dengan cara mendaftarkan areal sertfikasi talas beneng. Berdasarkan informasi dari PBT Kabupaten Pandeglang Adi Djumadi bahwa sampai dengan saat ini ada 4 produsen yang sudah terdaftar sebagai produsen benih dengan luas areal sertifikasinya sebanyak 55 ha, asumsi produksi 5 ton/ha umbi yang dihasilkan maka diperkirakan tersedia benih sebanyak 275 ton untuk memenuhi areal pertanaman seluas ±1.800 ha. Dengan benih bersertifikat maka peredaran benih legal. Menurut Dedi Muhadi, Ketua Poktan Taruna Tani Mandiri, Desa Cempaka Kecamatan Kaduhejo bahwa saat ini permintaan benih keluar propinsi sudah mulai banyak dan baru-baru ini ada permintaan benih ke Kota Lubuk Linggau Sumatera Selatan sebanyak 30 ton. 

Pada kesempatan lain, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan bahwa talas sebagai komoditas pangan alternatif yang mulai populer dikembangkan di Indonesia memiliki nilai dan prospek ekonomi yang cukup bagus, khususnya sebagai bahan pangan dan komoditas ekspor ke Belanda dan negara negara lain. Ini sebenarnya peluang kita untuk mengembangkan talas yang beorientasi ekspor. "Kita dorong terus petani agar mulai meningkatkan nilai tambah talas,"ujarnya.

Penulis :

1. Achmad, SP (Pengawas Benih Tanaman Ahli Muda)

2. Heny Setiyowati, SP (Pengawas Benih Tanaman Ahli Pertama)

WhatsApp


Email


Jam Pelayanan

Hari Kerja
08:00 s/d 16:00