Jl. AUP No. 3 Pasar Minggu,
Jakarta Selatan 12520,
Provinsi DKI Jakarta

(021) 7824 669

ID EN
Logo

Kementerian Pertanian

Direktorat Jenderal
Tanaman Pangan

7

KEMENTAN BERSAMA WAKIL BUPATI KAWAL PENANGKARAN BENIH SORGUM

Semin, (15/10), Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Wakil Bupati Gunung Kidul Tanam  Benih Sorgum Varietas Bioguma 2 Agritan di Lokasi Integrated Farming (IF) Kelurahan Bendung, Kapanewon Semin, Kab. Gunung Kidul.

Selain sorgum, ditanami beberapa komoditas yakni, padi, jagung 3 varietas yaitu RK 457, Bisi-18, Piooner 6, tanaman hortikultura yakni bawang merah biji, terong, tomat, bawang daun, dan kambing dengan total luas areal IF seluas 50 ha.

Penangkaran benih sorgum seluas 1 ha di lokasi IF yang di ampu Lurah Didik Rubiyanto, merupakan salah satu upaya meningkatkan petani membuat benih sorgum secara mandiri mendukung tanaman pangan alternatif kepada masyarakat. 

Hal ini selaras dengan arahan Bapak Presiden RI yang terus gencar mendukung sorgum sebagai bahan substitusi gandum yang hingga saat ini masih bergantung impor.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, menuturkan bahwa,  “Sorgum tidak hanya sebagai pangan alternatif diversifikasi pangan pengganti beras dan gandum, tapi juga bermanfaat sebagai pakan ternak dan bahan dasar energi biodiesel atau ethanol”. 


Sejalan dengan target Indonesia net zero emission di tahun 2060, Pemerintah mendorong pengembangan energi terbarukan dari bahan baku fosil nabati, seperti CPO (minyak sawit), sorgum, jagung, dan singkong dengan produk turunan etanol, terang Suwandi.

“Selain itu, sorgum juga kaya akan nutrisi yang melimpah, bermanfaat bagi kesehatan, kaya serat dan bebas gluten, pengontrol kadar gula darah, mengatasi celiac, bagus untuk diet, anti kolesterol, anti kanker dan lainnya”, papar Suwandi.

“Sorgum mudah dibudidayakan meskipun di lahan marginal, tidak memerlukan biaya produksi tinggi, bahkan dapat berfungsi sebagai pembenah tanah terhadap logam berat yang dikandung tanah, tambah Suwandi. 


Catur Setiawan, Koordinator Pengawasan Mutu Benih, Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, menyampaikan bahwa, pada tahun 2023, Kementan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan ditarget pengembangan sorgum seluas 115 ribu ha, dilanjutkan tahun 2024 seluas 150 ribu ha.


Untuk mendukung rencana pengembangan sorgum tersebut, perlu disiapkan benih sorgum sebelum tanam tiba, tegas Catur.

Catur, sangat mengapresiasi petani gunung kidul yang berinisiasi menangkarkan benih sorgum.  Kementan akan terus mendorong sepenuhnya penyediaan benih sorgum melalui kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman Pangan (P3BTP) Tahun 2022 dan dilanjutkan kegiatan Mandiri Benih Pngan Tahun 2023


Diharapkan melalui kegiatan tersebut, akan di peroleh benih sorgum bersertifikat secara mandiri, pungkasnya.

Keberhasilan ini tentu butuh dukungan dan peran serta semua pihak mulai petani, pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pinta Catur.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati, Heri Susanto, menyampaikan terima kasih kepada Kementan yang selalu mendukung dan mendampingi petani Gunung Kidul terutama untuk  benih sorgum.


Gunung Kidul sangat potensi untuk dikembangkan perbenihan sorgum mendukung pengembangan budidaya sorgum secara lebih luas lagi, tutur Heri. 


Heri berharap, “Dengan menyiapkan perbenihan sorgum, maka petani Gunung Kidul mendukung kebutuhan benih pengembangan sorgum sebagai solusi menghadapi permasalahan kebutuhan pangan Indonesia bahkan secara nasional, dan petani Indonesia sejahtera.


Catur Setiawan dan Retno Setianingsih

WhatsApp


Email


Jam Pelayanan

Hari Kerja
08:00 s/d 16:00