Jl. AUP No. 3 Pasar Minggu,
Jakarta Selatan 12520,
Provinsi DKI Jakarta

(021) 7824 669

ID EN
Logo

Kementerian Pertanian

Direktorat Jenderal
Tanaman Pangan

7

NTT SIAP MENJADI PROVINSI SORGUM, NTT SIAP MANDIRI BENIH SORGUM

Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi penyediaan benih sorgum untuk Provinsi NTT pada akhir bulan lalu, penananaman untuk penangkaran benih mulai dilakukan di areal yang memperoleh bantuan budidaya sorgum tahun 2022.  Dari rencana penangkaran benih seluas 615 ha, pencanangan tanam penangkaran benih sorgum dimulai di Kelompok Tani Fajar Pengharapan, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.   

Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi NTT Ir. Anthoneta Magdalena, menyampaikan bahwa benih sorgum yang ditanam di lahan seluas 4 hektar tersebut adalah varietas Suri 4 kelas benih BP. “Penangkaran benih ini telah didaftarkan untuk disertifikasi ke BPSB sehingga diharapkan yang akan menjadi benih sebar (kelas BR/label biru) dengan target produksi 2 ton per hektar.”

Dalam acara Pencanangan Penangkaran Benih pada 24 November 2022 tersebut, Joaz Bily Oemboe Wanda, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menyemangati petani untuk tanam sorgum yang dimulai dari penangkaran benih. “Dengan target tanam sorgum tahun 2023 yang mencapai 30 ribu hektar di NTT, maka penyediaan benih sekitar 300 ton harus dimulai produksinya pada tahun 2022 ini.  Pak Sekdis bertekad agar NTT harus bisa mandiri benih sorgum. “Mandiri benih sorgum kita awali dengan memproduksi benih sorgum secara in-situ dan kalau perlu NTT menjadi supplier benih sorgum untuk provinsi lain” tekad Joaz. 

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Dr. Suwandi, mendukung penuh tekad mandiri benih sorgum di NTT. “Ketahanan pangan nasional terbentuk dari ketahanan pangan di setiap wilayah Indonesia.  Sorgum sebagai tanaman yang kaya manfaat baik sebagai food, feed maupun fuel, merupakan salah satu tanaman yang resilient terhadap perubahan iklim dan cocok dengan iklim di NTT. Untuk itu, saya sangat mendukung upaya NTT untuk mandiri benih sorgum” tegas Suwandi. “Dengan benih yang tersedia secara in-situ, maka prinsip 6 tepat dalam penyediaan benih akan dapat tercapai” lanjut Suwandi.

Kelompok tani penerima bantuan budidaya sorgum tahun 2022 bukanlah merupakan produsen benih.  Sebagai langkah pengembangan kelembagaan petani, maka beberapa kelompok tani penerima bantuan dibina untuk menjadi petani penangkar benih.  Pembinaan dilakukan oleh Dinas Pertanian kabupaten dan provinsi dengan ujung tombak para Petugas Penyuluh Lapang (PPL) dan para Pengawas Benih Tanaman (PBT). “Ke depan, para petani sorgum di NTT tidak hanya memproduksi sorgum untuk konsumsi, tetapi juga memproduksi benih bersertifikat untuk diperjualbelikan di pasar bebas di NTT maupun provinsi lain.  Ini harapan Kami untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri, modern seperti visi Mentan SYL.” demikian tutup Direktur Perbenihan Amir Pohan.

Kontributor : Dina (PBT Madya Dit. Perbenihan TP)


WhatsApp


Email


Jam Pelayanan

Hari Kerja
08:00 s/d 16:00