Jl. AUP No. 3 Pasar Minggu,
Jakarta Selatan 12520,
Provinsi DKI Jakarta

(021) 7824 669

ID EN
Logo

Kementerian Pertanian

Direktorat Jenderal
Tanaman Pangan

7

PERENCANAAN PRODUKSI BENIH IN-SITU, KUNCI SUKSES PENYEDIAAN BENIH

Kampanye penggunaan benih bersertifikat terus digaungkan oleh Kementerian Pertanian, mengingat dengan penggunaan benih bersertifikat maka petani memperoleh jaminan mutu kemurnian genetik varietas yang ditanam.  Pencapaian penggunaan benih padi bersertifikat tahun 2021 sebesar 70% telah melampui target dalam RPJMN sebesar 65% yang menunjukkan adanya peningkatan penggunaan benih padi bersertifikat di tingkat petani.

Salah satu langkah yang ditempuh untuk peningkatan penggunaan benih bersertifikat adalah dengan meningkatkan ketersediaan benih in-situ. Bila benih bersertifikat diproduksi dan digunakan di daerah sekitar lokasi tersebut, maka penyediaan benih dapat menjadi lebih cepat dan tingkat kesesuaian dengan agroklimat setempat sangat tinggi.  Untuk itu, sejak tahun 2018, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan memulai kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman Pangan (P3BTP) yang tujuan utamanya adalah penyediaan benih bersertifikat in-situ.  Pada tahun 2022 ini, kegiatan P3BTP padi dialokasikan seluas 6 ribu hektar khususnya untuk penyediaan benih bagi program bantuan pemerintah yang memerlukan varietas-varietas khusus yang belum banyak diproduksi oleh produsen benih.

Salah satu lokasi kegiatan P3BTP adalah Provinsi Gorontalo.  Pada tahun 2022 ini, Provinsi Gorontalo mendapatkan alokasi kegiatan budidaya padi untuk Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP) yang membutuhkan varietas sangat genjah selain menggunakan teknologi semai ‘methuk’ dan kegiatan Biofortifikasi yang membutuhkan Inpari Nutrizink karena memiliki kandungan zink tertinggi di antara varietas padi lainnya.  Untuk itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Ramdhan Pane telah menyusun skema penyediaan benih in-situ untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Untuk musim tanam I digunakan varietas genjah seperti Inpari 32 atau Inpari 42,dari hasil penangkaran regular yang telah ditanam pada jadwal tanam produksi benih akhir tahun 2021.  Laporan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Gorontalo menyebutkan areal penangkaran padi kelas benih sebar (label biru/BR) pada tahun 2021 total seluas 216,2 hektar. Pada jadwal tanam produksi benih di awal tahun 2022, varietas sangat genjah Cakrabuana dan Inpari Nurizink telah mulai diproduksi oleh produsen setempat.  Benih yang dihasilkan dapat digunakan untuk jadwal tanam II pada sistem IP400, meskipun baru sebagian dan sebagiannya lagi masih menggunakan varietas genjah sesuai dengan ketersediaan. Bersamaan dengan musim tanam II, benih sumber varietas sangat genjah mulai tersedia dengan jumlah lebih banyak sehingga produsen benih dapat menangkarkan varietas tersebut.  

Dengan kemampuan modal produksi yang terbatas, untuk dapat menambah kapasitas produksi varietas tertentu tersebut, produsen benih lokal setempat yang merupakan kelompok tani dan bukan produsen besar, perlu memperoleh tambahan dukungan.  Untuk itu, P3BTP diberikan kepada beberapa kelompok tani produsen benih untuk dapat menambah kapasitas produksi benih padi varietas sangat genjah dalam hal ini varietas Cakrabuana.  Sebanyak 50 paket P3BTP (atau setara dengan 50 hektar penangkaran benih) siap dilaksanakan di Gorontalo khususnya di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo dan Bone Bolango.  Dari 50 hektar penangkaran tersebut diprediksi akan dapat dihasilkan benih Cakrabuana sebanyak 150 ton yang akan dapat digunakan untuk penanaman IP400 tanam ke-4 alokasi Gorontalo seluas 4100 hektar, dan sisanya dapat digunakan untuk benih penanaman regular.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi memberikan arahan bahwa penyediaan benih harus direncanakan dengan baik sehingga prinsip 6 tepat dalam penyediaan benih dapat tercapai “Pola perencanaan yang komprehensif antara jadwal produksi benih dan jadwal tanam menjadi kunci sukses penyediaan benih.  Pola penyediaan benih yang digagas pemerintah pusat harus direplikasi dan disesuaikan oleh masing-masing pemerintah daerah untuk keberhasilan penyediaan benih in-situ” pungkas Suwandi.

Penulis: Dina dan Suharyanto (Pengawas Benih Tanaman Madya di Direktorat Perbenihan)

WhatsApp


Email


Jam Pelayanan

Hari Kerja
08:00 s/d 16:00