Akselerasi Ketahanan Pangan, Gerakan Tanam di Lokasi Cetak Sawah Baru
BANYUASIN – Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, melaksanakan Gerakan tanam (Gertam) di lokasi cetak sawah baru Kabupaten Banyuasin. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menunjukkan komitmennya dalam mempercepat produksi pangan dengan meninjau langsung lokasi cetak sawah baru di Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, Jumat (27/3/2026). Menariknya, orang nomor satu di Sumsel ini mengendarai sepeda motor sendiri menuju lokasi untuk memastikan kesiapan lahan.
Dalam sambutannya, Herman Deru memberikan apresiasi tinggi kepada Kabupaten Banyuasin yang menjadi penyumbang terbesar dalam peningkatan produksi pangan di Sumsel, sehingga Provinsi Sumsel mampu menduduki peringkat ketiga nasional. “Saya minta seluruh pejabat dan penyuluh pertanian terus membakar semangat petani. Lahan yang sudah dibuka ini harus segera ditanami, jangan dibiarkan menganggur,” tegas Herman Deru. Beliau juga berharap Kementerian Pertanian dapat membantu percepatan administrasi status lahan agar petani dapat bekerja tanpa hambatan legalitas.
Staf Ahli Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Ali Jamil, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan penyelesaian target tahun 2025 yang diberi tenggat hingga 31 Maret 2026. “Sumsel adalah tumpuan Pak Menteri dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional,” ujarnya.
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, yang saat kegiatan tersebut diwakili oleh Direktur Pelindungan Tanaman Pangan, Dr. Rachmat, mengingatkan agar lahan cetak sawah yang sudah selesai pengerjaannya fisiknya agar untuk segera dilakukan proses penanaman.
Turut hadir Stafsus Bidang Kebijakan Pertanian Kementan RI, Prof. Dr. Ir. Sam Herodian, Danrem Gapo/044, Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.IP., MM, Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MM dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Program Cetak Sawah Baru tahun 2026 merupakan langkah strategis pemerintah Indonesia dalam mempercepat swasembada pangan nasional dan menghadapi ancaman krisis pangan global. Program ini merupakan bagian dari target besar pencetakan 3 juta hektare sawah hingga tahun 2029.
Tujuan strategis dari program ini adalah: Kemandirian Pangan, mengurangi ketergantungan pada impor beras dengan target lonjakan produksi hingga 5 juta ton pada tahun 2026. Selanjutnya adalah sebagai kompensasi alih fungsi lahan, mengganti lahan pertanian yang hilang akibat alih fungsi menjadi industri atau perumahan, yang diperkirakan mencapai 100.000 hektare per tahun. Dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia, dengan menyiapkan fondasi tersedianya lahan pertanian agar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045




