Jl. AUP No. 3 Pasar Minggu,
Jakarta Selatan 12520,
Provinsi DKI Jakarta

(021) 7824 669

ID EN
Logo

Kementerian Pertanian

Direktorat Jenderal
Tanaman Pangan

7

Kementan Optimalkan Lahan Marginal di Bawah Tegakan Kayu Putih dan Jati

Gunung Kidul, (22/10), Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong optimalisasi lahan marginal di bawah tegakan kayu putih dan jati di Kabupaten Gunung Kidul melalui penggunaan benih unggul bersertifikat padi dan jagung hibrida produk anak bangsa varietas RK 457 dan Betras 1.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Kementan) melalui Direktorat Perbenihan yang diwakili oleh Catur Setiawan, Koordinator Pengawas Benih Tanaman secara simbolis menyalurkan bantuan benih jagung hibrida seluas 1.636 ha atau sebanyak 24,540 ton yang tersebar di 14 kapanewon. Sedangkan bantuan benih padi inbrida seluas 2.911 ha atau sebanyak 72,775 ton benih padi.

Adapun tujuan bantuan benih ini merupakan salah satu upaya Kementan dalam mengoptimalkan lahan kosong dibawah tegakan kayu putih dan jati, ungkap Catur.

Catur, meyakinkan kepada petani penerima, dengan sentuhan teknologi penggunaan benih unggul bersertifikat, pengaturan pola budidaya tanam yang tepat, diiringi pemupukan berimbang serta jarak tanam yang tepat, maka akan menghasilkan produktivitas yang signifikan.

“Dengan bantuan benih varietas unggul bersertifikat diharapkan dapat mampu beradaptasi di wilayah Gunung Kidul, dimana varietas RK 457 berpotensi hasil mencapai 13,4 ton/ha dan Betras 10,07 ton/ha serta sesuai deskripsi varietas masing-masing mempunyai keunggulan agak tahan terhadap penyakit utama jagung yaitu bulai, tahan terhadap karat daun dan bercak daun, urai Catur.

“Dengan penggunaan benih unggul bersertifikat, dapat meningkatkan produktivitas hasil sekaligus meningkatkan pendapatan petani, serta menjadi salah satu solusi untuk mendukung pakan ternak wilayah sekitar dan juga memasok peternak di Blitar yang selama ini selalu kekurangan bahan baku pakan ternak dari jagung, harap Catur.

Hal ini senada dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), bahwa Kementan terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung dengan pemanfaatan lahan marginal dengan pola tumpangsari, guna menghasilkan pendapatan tambahan, selain tanaman pokok," demikian dikatakan Suwandi, Direktur Jenderal Tanaman secara terpisah. 

Di tempat yang sama, Wakil Bupati, Heri Susanto sangat mengapresiasi program Kementan dalam meningkatkan produksi padi dan jagung. Dirinya sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Kementan yang selalu memberi dukungan melalui bantuan benih padi, jagung, kedelai dan lainnya kepada petani di Gunung Kidul sehingga meningkatkan pendapatan petani di sekitarnya. 

Heri juga mengatakan, “Semua dukungan Kementan ini tak lain untuk menghadapi tantangan krisis pangan global akibat perang ukraina yang akan mengganggu keseimbangan persediaan pangan, maka dengan bantuan benih unggul bersertifikat padi dan jagung ini, Insya Allah petani Gunung Kidul dapat menyumbang peningkatan produktivitas padi dan jagung secara nasional”. 

“Petani perlu segera mengolah dan mengoptimalkan lahan marginal yang berbatu di Gunung Kidul, dan memanfaatkan hujan tiba dan mengolahnya untuk menjadi lumbung pangan secara mandiri untuk petani di sekitar.


Oleh Retno Setianingsih dan Catur Setiawan

WhatsApp


Email


Jam Pelayanan

Hari Kerja
08:00 s/d 16:00