Sukses Budidaya Tanaman Sehat di Tanah Dewata
Dalam kurun waktu satu dekade
terakhir, perkembangan budidaya tanaman sehat di Indonesia kian pesat. Minat
petani untuk melakukan budidaya tanaman sehat terus meningkat. Ditambah lagi
kesadaran mengonsumsi
pangan sehat terus meningkat di kalangan masyarakat Indonesia. Menunjukkan
tingginya potensi pangsa pasar produk pangan sehat saat ini.
Kementerian Pertanian melalui
Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan sangat mendukung perkembangan budidaya
tanaman sehat di Indonesia. Bambang Pamuji selaku Plt. Direktur Perlindungan
Tanaman Pangan menyampaikan bahwa instansinya terus mendorong perkembangan
budidaya tanaman sehat di Indonesia. “Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan
memiliki sejumlah program unggulan untuk mendukung dan memasifkan berkembangnya
budidaya tanaman sehat dan pertanian ramah lingkungan di Indonesia, antara lain
Pemberdayaan Petani dalam Pemasyarakatan PHT (P4) dan Dem Area Budidaya Tanaman
Sehat (BTS)”, sebut Bambang.
Lilik Retnowati selaku Koordinator
Data dan Kelembagaan POPT, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan menjelaskan Dem
Area BTS merupakan salah satu program unggulan yang mendukung upaya pertanian berkelanjutan.
“Dem Area BTS merupakan kegiatan yang memberikan contoh langsung aplikasi pembenah
tanah organik, pupuk hayati dan bahan pengendali organisme pengganggu tumbuhan
(OPT) alami dalam pertanian berkelanjutan yang tidak lagi mengandalkan input
kimiawi. Sekaligus menjalankan amanah UU No. 22 Tahun 2019 tentang Sistem
Budidaya Pertanian Berkelanjutan”, ujar Lilik.
“Tahun ini, Direktorat Perlindungan
Tanaman Pangan kembali meluncurkan Kegiatan Dem Area Budidaya Tanaman Sehat.
Sebanyak 11 Provinsi berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan total luasan
15680 Ha dan diikuti oleh lebih dari 400 kelompok tani/gabungan kelompok tani.
Harapannya ke depan kegiatan budidaya tanaman sehat semakin masif dan dapat
direplikasi secara mandiri oleh petani di seluruh Indonesia”, jelas Lilik.
Salah satu provinsi yang
berpartisipasi dalam Kegiatan Dem Area BTS adalah Provinsi Bali. Kepala UPTD
Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Bali Sri Wachjuni
turut menyampaikan rasa syukurnya petani Bali dapat menjadi bagian dari
kegiatan demplot BTS ini. “Terdapat 13 Kelompok Tani yang tersebar di 8
Kabupaten/Kota dengan total luasan 490 Ha di Provinsi Bali yang menjadi peserta
Kegiatan Dem Area BTS. Alhamdulillah sebagiannya sudah mulai memasuki masa
panen pada bulan Juni dan Juli ini. Sebagai contoh Kelompok Tani Subak Tinggarsari
di Kabupaten Buleleng berhasil panen sebesar 7,6 ton/Ha GKP meningkat dari
sebelum mengikuti kegiatan BTS sebesar 7,3 ton/Ha GKP”, sebut Sri Wachjuni.
“Panen yang melimpah membuktikan
bahwa meskipun telah terjadi pengurangan penggunaan pupuk kimia hingga 50%
serta tidak menggunakan pestisida kimia dan mensubstitusikannya dengan
penggunaan pestisida biologi dan pestisida nabati selama kegiatan BTS
berlangsung, ternyata tidak mengurangi hasil panen justru meningkat dari hasil
panen sebelumnya. Di sisi lain juga tidak ada lonjakan hama yang terjadi meski
tidak menggunakan input kimia untuk pengendaliannya”, ungkap Sri Wachjuni.
Ketut Sutiama yang merupakan Ketua
Kelompok Tani Subak Tinggarsari terima kasihnya dapat mengikuti kegiatan Dem
Area BTS tahun ini. “Kami siap melaksanakan kegiatan Budidaya Tanaman Sehat
secara swadaya karena sudah merasakan langsung manfaatnya serta harapan kami
kegiatan pertanian ramah lingkungan seperti ini juga semakin banyak
dilaksanakan oleh kelompok tani lainnya”, pungkas Ketut.
Tidak hanya Kelompok Tani Subak
Tinggarsari yang merasakan manfaat kegiatan Dem Area BTS tersebut di provinsi
Bali. Kelompok Tani Subak Alis Bintang di Kabupaten Bangli juga berhasil
memperoleh panen yang berlimpah. “Terima kasih atas bantuan dari kegiatan Dem
Area Budidaya Tanaman Sehat sehingga kami dapat sukses panen sebesar 8,4 ton/Ha
GKP lebih besar dari panen sebelumnya yang hanya berkisar 7 ton/Ha GKP”, ungkap
I Wayan Remug selaku Ketua Kelompok Tani Subak Alis Bintang.
Fungsional POPT UPTD Balai
Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Bali Agus Supangkat,
mengharapkan agar kegiatan Budidaya Tanaman Sehat di Provinsi Bali terus
menggeliat. “Dengan kesuksesan panen dari hasil Dem Area BTS yang dirasakan
kelompok tani peserta kegiatan, harapan kami ke depannya kegiatan pertanian
ramah lingkungan seperti ini akan terus dilaksanakan dan semakin masif meskipun
secara sawadaya/mandiri”, sebut Agus.
Di tempat terpisah,
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi terus mendorong dan mendukung
praktek-praktek budidaya
tanaman sehat yang ramah lingkungan. “Dengan semakin
meningkatnya kesadaran petani terhadap pentingnya budidaya tanaman sehat demi
keberlanjutan pertanian, diharapkan juga kesejahteraan petani turut meningkat
karenanya. Dengan demikian, hal ini turut mendukung percepatan terwujudnya
pertanian maju, mandiri dan modern. Hal ini, sesuai arahan Mentan SYL produksi
pangan harus jalan terus tetapi hal-hal yang dapat meningkatkan kesejahteraan
petani juga harus dilakukan karena mereka ujung tombak ketahanan pangan negara
kita", tegas Suwandi.
(Kontributor : Ronny Rianto, S.Si.)