Jl. AUP No. 3 Pasar Minggu,
Jakarta Selatan 12520,
Provinsi DKI Jakarta

(021) 7824 669

ID EN
Logo

Kementerian Pertanian

Direktorat Jenderal
Tanaman Pangan

7

POKTAN TUNAS BARU KABUPATEN OGAN ILIR MENGGELAR MINI EXPO PRODUK APH KEGIATAN P4

Semangat budidaya pertanian yang berbasis ramah lingkungan harus terus di masifkan dan diperkenalkan ke masyarakat secara luas. Harapannya, agar masyarakat/petani dapat melihat secara langsung kelebihan dan manfaat dari penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan tersebut sehingga timbul kesadaran untuk menerapkannya di lahannya masing-masing. Melalui kegiatan Pemberdayaan Petani dalam Pemasyarakatan PHT (P4) yang diprakarsai Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, diharapkan menjadi ajang bagi petani untuk terampil secara mandiri dalam mengeksplorasi potensi-potensi yang ditemukan di lahannya untuk dikembangkan menjadi Agens Pengendali Hayati (APH). APH itulah yang nantinya berfungsi sebagai komponen pendukung kebutuhan saprodi di pertanaman yang diproduksi secara mandiri sehingga mampu menekan kebutuhan biaya produksi dari sisi penyediaan pupuk dan pestisida kimia sintetis serta dapat menghasilkan produk pertanian yang aman konsumsi. 

Berbekal semangat tersebut, pada tanggal 7 September 2023, Poktan Tunas Baru Kab. Ogan Ilir menggelar mini expo yang menampilkan beragam jenis APH dan beras hasil produksi Poktan dari kegiatan P4. Hadir dalam acara tersebut, jajaran UPTD BPTPH, Dinas Pertanian Prov. Sumsel, Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Ogan Ilir, Pemerintah Desa beserta unsur MUSPIKA, serta Poktan dan masyarakat sekitar. Semarak acara semakin bertambah dimana pada waktu yang bersamaan juga dilakukan kegiatan ubinan yang disaksikan langsung Petani dan para undangan yang hadir. Dari penghitungan didapat, hasil ubinan panen saat ini yaitu produksi padi mencapai 10 ton/Ha atau mengalami peningkatan sebanyak 43% dari panen sebelumnya 6-7 ton/Ha. Tergambar raut bahagia petani, mendapatkan hasil panen yang melimpah di kala sebagian petani merasa khawatir terkena dampak kekeringan yang melanda saat ini. Semua keberhasilan itu atas buah jerih payah petani yang tekun mengikuti bimbingan dari petugas pendamping dalam mengikuti tahapan demi tahapan dari kegiatan P4 ini. Atas dasar tersebut, Poktan Tunas Baru berkomitmen untuk melanjutkan keberhasilan penerapan budidaya yang ramah lingkungan ini tidak hanya bagi kelompoknya sendiri tapi mulai mensosialisasikan ke petani lain di sekitarnya. Bentuk sosialisasi yang dilakukan dimulai dengan melibatkan anggota Poktan Tunas Baru di kegiatan pertemuan antar desa atau Poktan lain yang membahas tentang pertanian dan pemberian APH secara gratis untuk petani di lingkungan sekitar Poktan. 

Ketua Poktan Bapak Marwa dalam kesempatannya menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian yang telah memberikan kesempatan kepada Poktan Tunas Baru untuk melaksanakan kegiatan P4. Harapan poktan, agar konsistensi ini selalu didukung melalui pemberian bimbingan, arahan dan dukungan baik dari Pemerintah Pusat dan Daerah serta petugas pendamping untuk terus menerapkan PHT di lahannya. Pemerintah daerah menjawab harapan tersebut dengan memberikan dukungan melalui pengenalan dan pemanfaatan produk-produk yang dihasilkan petani setempat baik untuk konsumsi sendiri maupun bagi kalangan intansi masing-masing. Hal tersebut dapat terlihat dari produk yang ditampilkan Poktan Tunas Baru yang merupakan hasil produksi sendiri antara lain beragam jenis APH dan Beras “KOKSI” yang banyak diminati pengunjung yang hadir di acara tersebut.

APH yang ditampilkan Poktan terdiri dari beragam jenis APH seperti Biopestisida (Bioinsektisida Beauveria bassiana dan Metharizium sp, Biopestisida Trichoderma sp bentuk padat dan cair, Biopestisida Paenibacillus sp, Bacillus sp dan Pseudomonas fluorescens), dan Pupuk/enzim/ZPT (MOL keong mas, PGPR akar bambu, classic enzym giberelin). Keseluruhan APH tersebut dilaporkan telah dimanfaatkan baik di lahan Poktan maupun petani sekitar sebanyak 1.000 liter dalam kurun waktu tiga bulan. Adapun beras “KOKSI” yang dipasarkan merupakan hasil panen Poktan dimana sarana produksi yang digunakan antara lain pupuk dan bahan pengendali OPT berasal dari pengembangan yang dilakukan Poktan melalui kegiatan P4. Kedepan, beras tersebut direncanakan mulai dipasarkan masyarakat sekitar Kab. Ogan Ilir, sedangkan APH diberikan kepada petani dengan dibebankan biaya penggantian bahan baku pembuatannya saja. Upaya tersebut dilakukan dengan harapan agar Poktan mampu terus menerus berproduksi dan melanjutkan keberhasilan mewujudkan pertanian organik yang berbasis ramah lingkungan.

Plt. Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Yudi Sastro di kesempatan terpisah menyampaikan, melalui kegiatan P4 ini diharapkan petani mampu menyediakan sendiri kebutuhan sarana produksi seperti pupuk dan pestisida yang digunakan di lahannya kemudian berlanjut ke petani lain di lingkungan sekitarnya. Senada dengan Yudi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan bahwa Kementan selalu mendukung penerapan pertanian yang ramah lingkungan. “Kita harapkan kedepan, petani kita tidak bergantung lagi pada produk-produk pertanian yang beredar di pasaran,  sehingga mereka mampu mengurangi input biaya serta menghasilkan produksi yang berkualitas dan bermutu tinggi, tutup Suwandi”. 


Kontributor : Fadli (POPT BPTPH Sumsel), Dendy Sumarlin dan Syarifah (POPT Ditlin TP)

WhatsApp


Email


Jam Pelayanan

Hari Kerja
08:00 s/d 16:00