Jl. AUP No. 3 Pasar Minggu,
Jakarta Selatan 12520,
Provinsi DKI Jakarta

(021) 7824 669

ID EN
Logo

Kementerian Pertanian

Direktorat Jenderal
Tanaman Pangan

7

Menyingkap Identitas Mutu Benih melalui “Label Benih”

Dalam kegiatan budidaya tanaman, benih menjadi salah satu faktor utama yang menjadi penentu keberhasilan. Peningkatan produksi pertanian banyak ditunjang oleh peran benih unggul bersertifikat.  Salah satu indikator benih unggul bersertifikat ditandai dengan adanya identitas mutu benih yang tercantum dalam label benih. Mutu benih adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh benih, yang menunjukkan kemampuan untuk memenuhi standar yang ditentukan. Mutu benih dapat dibagi atas 4 bagian besar, yaitu:

1. Mutu Fisik

Mutu fisik benih ini berkaitan dengan kondisi fisik benih secara visual, seperti warna, ukuran, bentuk, bobot dan tekstur permukaan kulit benih.

2. Mutu Fisiologis

Mutu fisiologis benih berkaitan dengan aktivitas perkecambahan benih, yang di dalamnya terdapat aktivitas enzim, reaksi-reaksi biokimia serta respirasi benih.

3. Mutu Genetik. 

Mutu benih secara genetik ini berkaitan dengan susunan kromosom dan DNA benih serta jenis protein yang ada dalam benih, dengan tolak ukur kemurnian genetis benih. Selain itu, tolak ukur lain adalah kemurnian mekanis benih yaitu persentase kontaminasi jenis atau varietas lain.

4. Mutu Pathologis.

Tolak ukur dari mutu pathologis benih yang biasa digunakan adalah status kesehatan benih. Hal-hal yang diamati untuk mengetahui status kesehatan benih ini adalah keberadaan serangan pathogen, jenis pathogen, dan tingkat serangan pathogen.

Sehingga dapat dinyatakan bahwa mutu suatu benih dapat dilihat dari faktor-faktor sebagai berikut : kebenaran varietas, kemurnian benih, daya berkecambah dan bebas dari hama dan penyakit.

Benih yang telah memenuhi persyaratan sertifikasi dan dinyatakan lulus akan dilengkapi dengan dokumen berupa sertifikat dan label. Nah seperti apa sertifikat benih? bisa kita lihat  seperti gambar di bawah ini:

Sertifikat benih tanaman pangan antara lain berisi nama dan alamat produsen benih, data kelompok benih,  data kemurnian varietas dan mutu benih, tanggal selesai pengujian, dan masa edar.

Adapun label benih adalah keterangan tertulis dalam bentuk cetakan tentang identitas, mutu benih, masa akhir edar benih, QR Code serta nomor seri label benih bersertifikat. Dalam benih bersertifikat terdapat klasifikasi benih, seperti jenis benih penjenis, benih dasar, benih pokok dan benih sebar. semua jenis benih tersebut diberi tanda berupa label warna ditiap jenisnya. Klasifikasi benih dilakukan untuk mempermudah pengawasan dan pembinaan system perbanyakan benih unggul dari suatu jenis unggul demi menjamin mutu benihnya. Klasifikasi setiap jenis label benih tersebut adalah sebagai berikut.

1. Benih Penjenis (BS), warna label : Kuning

Benih penjenis adalah benih dari hasil pemulia tanaman yang mempunyai sifat kemurnian sangat tinggi.

2. Benih dasar (BD), warna label : Putih

Benih dari jenis berlabel putih merupakan benih dari hasil turunan benih penjenis yang mempunyai sifat kemurnian tetap tinggi

3. Benih pokok (BP), warna label : Ungu 

Benih berlabel ungu atau benih pokok merupakan hasil dari turunan benih dasar.

4. Benih sebar (BS), warna label : Biru

Benih berlabel biru atau benih sebar merupakan benih yang sering dipakai oleh para petani. Benih ini merupakan hasil perbanyakan dari benih pokok atau perbanyakan langsung dari benih dasar.

Informasi yang dapat diketahui dari  label benih adalah sebagai berikut:

Keterangan :

1. No. Induk : merupakan nomor induk sertifikasi dengan urutan: 

Jenis Tanaman/kode Provinsi/Kode Kabupaten/Nomor urut permohonan

2. Nama dan Alamat Produsen

3. Identitas Benih : Komoditi, Varietas, Kelas Benih

4. Data Mutu Benih: Kadar Air, Daya Berkecambah, CVL (Campuran Varietas Lain)  Lapang, Kotoran Benih, Benih Murni, Benih Tanaman Lain dan Biji Gulma.

5. Kemasan : berisi data volumen benih

6. Tanggal Pengujian dan Tanggal akhir masa edar

7. QR (Quick Response) Code. 

Ketentuan pencatuman QR code pada label benih mengacu pada Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor: 80/HK.140/C/03/2021 tentang Perubahan atas lampiran Kepmentan Nomor 620/HK.140/C/04/2020 tentang Petunjuk Teknis Sertifikasi Benih Tanaman Pangan. QR code pada label benih yang dapat di dipindai dengan menggunakan telfon genggan (HP) dengan aplikasi code scanner yang terdapat pada play store untuk pengguna android dan App Store untuk IOS. Scanning barcode pada kemasan benih yang akan dicek, akan keluar informasi identitas benih.

Kemudahan mengidentifikasi benih unggul tidak hanya bermanfaat bagi petani, produsen benih, lembaga sertifikasi tetapi juga pemerintah dalam mengambil kebijakan tentang ketersediaan benih unggul dalam negeri untuk meningkatkan produksi padi dalam negeri.


Penulis : Dewi Taliroso, Ismanto, Afrizal


GALERI FOTO

WhatsApp


Email


Jam Pelayanan

Hari Kerja
08:00 s/d 16:00