Jl. AUP No. 3 Pasar Minggu,
Jakarta Selatan 12520,
Provinsi DKI Jakarta

(021) 7824 669

ID EN
Logo

Kementerian Pertanian

Direktorat Jenderal
Tanaman Pangan

7

KEPMENTAN BARU, MASA EDAR BENIH JAGUNG HIBRIDA BERTAMBAH 3 BULAN

Masa edar benih memberikan jaminan bahwa apabila benih dikemas dan disimpan dengan cara yang benar, maka mutu benih akan selalu memenuhi standar mutu minimal selama dalam masa edar tersebut.  Ketentuan masa edar benih diatur di dalam Petunjuk Teknis Sertifikasi Benih yang ditetapkan melalui keputusan Menteri pertanian sebagai aturan turunan dari peraturan di atasnya.

Pada tanggal 14 April 2022, telah diterbitkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 966/TP.010/C/04/2022 tentang Petunjuk Teknis Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, yang merupakan pengganti Kepmentan nomor 620/2020 jo 80/2021.  Dalam sosialisasi Kepmentan 966/2022 yang dilaksanakan pada 22 April 2022, Koordinator Pengawasan Mutu Benih Catur Setiawan menyampaikan beberapa perubahan krusial pada Kepmentan baru ini dibandingkan kepmentan sebelumnya “Perubahan tersebut antara lain: pemberlakuan QR code pada label benih, penambahan masa edar benih Jagung Hibrida, penambahan jenis benih Talas yang dapat disertifikasi dan metode sertifikasi benih Porang. Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan kondisi terkini dan perkembangan ilmu dan teknologi.”.

Dalam hal pelabelan, produsen benih mengajukan permintaan legalisasi label berupa nomor seri label dengan QR Code, dan stempel/hologram/segel kepada penyelenggara sertifikasi setelah sertifikat benih suatu kelompok benih diterima.  “Jadi, yang diminta oleh produsen ke penyelenggara sertifikasi adalah legalisasi label, bukan labelnya.  Pencetakan label itu sendiri menjadi tanggung jawab produsen benih.” Jelas Catur.  Ukuran label pun diatur dengan perbandingan yaitu panjang : lebar = 2 : 1. Dalam aturan sebelumnya ditentukan 10 x 5 cm yang dapat menyulitkan produsen benih bila label ditempatkan pada kemasan benih yang kecil. Penambahan tanggal panen pada label akan menjadi informasi penting yang dapat diperoleh oleh konsumen benih karena menentukan umur benih yang akan ditanam tersebut.

Sosialiasi Kepmentan 966/2022 diikuti oleh para stakeholder perbenihan seperti institusi penyelenggara sertifikasi, para Pengawas Benih Tanaman, para produsen benih dan Asosiasi Produsen Benih Indonesia (Asbenindo).  Dalam komentarnya, sekretaris Asbenindo Nana Laksana Ranu menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian yang responsif terhadap keluhan produsen benih terkait pelaksanaan sertifikasi benih.  “Salah satu wujud respon tersebut adalah dengan diterbitkannya kepmentan yang baru ini, yang menambah masa edar benih Jagung Hibrida, yang akan lebih memudahkan produsen dalam pengaturan distribusi benih dan menjamin benih yang diterima petani adalah benih yang belum kadaluarsa” papar Nana.

Dalam Kepmentan 996/2022 ini, masa edar benih Jagung Hibrida ditetapkan 9 bulan untuk benih yang disimpan pada kondisi suhu kamar dan 12 bulan untuk benih yang disimpan di ruangan pemyimpanan yang terkendali (suhu maksimal 20oC dan kelembaban/RH maksimal 40%).  Masa edar tersebut adalah masa edar untuk pelabelan pertama yang dihitung dari tanggal selesai pengujian di laboratorium.  Adapun untuk pelabelan ulang, bila benih masih memenuhi persyaratan standar mutu, maka masa edar tambahan diberikan setengah dari masa edar pelabelan pertama.

Melalui sosialisasi ini diharapkan para stakeholder lebih memahami aturan sertifikasi benih, sehingga akan meminimalisir pelanggaran aturan akibat ketidaktahuan pelaksana dan pengguna sertifikasi benih.


Penulis: Dina dan Catur Setiawan (Pengawas Benih Tanaman Madya di Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan)

WhatsApp


Email


Jam Pelayanan

Hari Kerja
08:00 s/d 16:00