Direktur Jenderal Tanaman Pangan melakukan pantauan langsung ke lahan persawahan padi terdampak banjir di Desa Pegadungan, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, hari ini Rabu (28/1/26).
Peninjauan ini merupakan langkah pengamanan produksi pada Musim Hujan 2025/2026, selain itu merupakan upaya mengurangi dari dampak yang terjadi.
"contohnya misalnya yang sudah panen, mungkin sudah terendam beberapa hari kita minta segera dan Koordinasi dengan teman teman Bulog. Alhamdulillah Bulog sudah turun ke lapangan sudah koordinasi dengan pak Kadis, dengan Pak kepala desa dan TNI ya, sehingga segera diserap sesuai dengan harga acuan pemerintah" Jelas Dirjen Yudi
Sejalan dengan peringatan dini Kementerian Pertanian terhadap potensi banjir akibat curah hujan tinggi, Dirjen Tanaman Pangan mengarahkan penyaluran bantuan benih padi bagi petani terdampak serta normalisasi saluran irigasi yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) guna mempercepat pemulihan dan memulihkan fungsi lahan secara optimal.
"bantuan benih, jadi daerah-daerah terdampak, segera kita sampaikan bantuan benih, Sehingga nanti setelah surut, petani bisa mengganti tanamannya" ujar Yudi
Kemudian Yudi menjelaskan bahwa pihaknya akan mengajukan surat ke Direktorat jenderal PSP, terkait jatah pupuk bagi pertanamannya yang rusak, karena jatah pupuknya sudah terpakai diberikan ke tanaman yang terendam, jadi akan diusulkan untuk tambahan kuota pupuk, sehingga untuk pertanaman berikutnya pupuk masih tersedia.
Berdasarkan data sementara daerah terdampak banjir itu ada 48 ribu hektar lebih, diantaranya Di Bekasi itu sudah 5.000-an hektar, di Karawang 5.000-an, kemudian juga ada Subang, Indramayu kemudian Demak.
"Yang jelas sesuai arahan Pak Menteri, kita harus memberikan yang terbaik, sehingga dampak dari bencana hidrometeorologi ini bisa kita tekan. Jadi, kehilangan panen, kehilangan pertanaman itu bisa kita kurangi" Ungkap Yudi
"Kemudian juga, Pak Menteri juga selalu menyampaikan kepada kami, Petani jangan sampai rugi. Kalopun rugi, jangan sampai terlalu dalam. Harus terus bisa melakukan penanaman, sehingga swasembada yang sudah kita capai ini bisa terus tercapai di 2026"Yudi menambahkan.




