Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan Kabupaten Sukoharjo memiliki potensi kuat untuk menjadi daerah percontohan pertanian nasional, tidak hanya di Jawa Tengah (Jateng).
“Sukoharjo ini dianugerahi tanah subur dan air yang melimpah. Dengan sedikit sentuhan teknologi, benih yang tepat, dan mekanisasi yang pas, kapasitas produksinya bisa meningkat berkali-kali lipat,” kata Wamentan Sudaryono usai panen padi di Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, sebagaimana keterangan di Jakarta, Selasa.
Menurut Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar, potensi tersebut didukung oleh capaian surplus produksi beras yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Melihat hasil panen yang melimpah, Mas Dar menantang para petani Sukoharjo untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) menjadi empat kali panen dalam 14 bulan.
Menurutnya, strategi itu akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produksi tanpa perlu membuka lahan baru. Tantangan tersebut pun disambut baik oleh para petani yang menyatakan komitmennya untuk mencapai target tersebut.
“Kalau kita bisa panen lebih banyak dalam setahun, artinya produksi naik, ekonomi bergerak, dan pendapatan petani ikut melonjak. Ini dampaknya bukan cuma ke Sukoharjo, tapi untuk Jawa Tengah dan Indonesia,” ujarnya.
Dalam dialog bersama para petani, Wamentan menegaskan surplus produksi yang telah dicapai menjadi bukti kuat bahwa Sukoharjo siap menjadi model pertanian modern, mulai dari hulu hingga hilir.
“Insya Allah potensinya luar biasa. Karena itu saya sampaikan, Sukoharjo harusnya jadi percontohan Indonesia, bukan hanya untuk Jawa Tengah, tapi untuk seluruh daerah yang ingin mengembangkan pertanian modern,” tuturnya.
Kementerian Pertanian (Kementan) juga memastikan akan memberikan dukungan penuh, mulai dari benih unggul, alat dan mesin pertanian modern, teknologi irigasi, hingga pendampingan intensif bagi petani dan kelompok tani.
Dukungan ini diperuntukkan bagi daerah-daerah yang tengah mengakselerasi peningkatan produksi pangan, termasuk Sukoharjo yang kini mencatat surplus beras dan berada di jalur untuk menjadi pionir transformasi pertanian Indonesia.
“Dengan kombinasi potensi alam, kerja keras petani, dan dukungan teknologi, Sukoharjo kini muncul sebagai salah satu daerah yang paling siap memimpin masa depan pertanian tanah air,” ucapnya.




